Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2022-06-29 17:57:57

Jemput Bola, Puskesmas Kraksaan Vaksinasi Booster hingga Ke Pondok Pesantren

DEKATKAN LAYANAN: Puskesmas Kraksaan mendekatkan pelayanan vaksinasi covid-19 untuk memudahkan masyarakat. Dengan begitu, upaya meningkatkan cakupan vaksinasi semakin optimal.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Program vaksinasi dosis ketiga atau booster terus digalakkan Puskesmas Kraksaan. Salah satunya dengan menggelar vaksinasi hingga ke pondok pesantren. Yakni di Pondok Pesantren Badridduja wilayah Al-Mashduqiah, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Selasa (28/6/2022).

Kepala Puskesmas Kraksaan dr. Heni Rahmawati mengatakan, sosialisasi vaksinasi booster telah dilakukan berbagai cara. Salah satunya melalui grup di media sosial, yaitu grup guru-guru Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Baca Juga : Mantan Kepala dan Kabid di BPBD Jember Tersangka Pemotongan Honor Pemakaman Pasien Covid-19

“Guru-guru UKS kita fasilitasi, monggo didaftarkan guru-gurunya. Meskipun jumlah yang akan divaksin sedikit, tetap kami datangi. Kita hubungi, kita ajak guru-guru. Sekarang kita lakukan pendekatan layanan. Untuk memudahkan mereka mendapatkan vaksin. Pelayanan di Puskesmas tetap di hari Senin sampai Jumat,” terang dr. Heni Rahmawati.

Baca Juga : Universitas Panca Marga Terjunkan 442 Mahasiswa dalam Program KKN; Survei Langsung ke Masyarakat, Baru Laksanakan Program

Perempuan yang akrab disapa dengan Dokter Heni ini menjelaskan, bahwa sejumlah upaya telah dilakukan selain sosialisasi di media sosial. Tenaga kesehatan setiap kegiatan posyandu membawa vaksin booster ke desa-desa. Bahkan setiap ada kegiatan lintas sektor, sosialisasi vaksin booster juga disampaikan.

“Puskesmas pembantu juga buka pelayanan untuk mendekatkan layanan. Kami beri imbauan jika vaksin booster itu penting. Seperti dibutuhkan untuk syarat menjalani ibadah umrah dan perjalananan dengan kereta api,” jelasnya.

Hingga Selasa (28/6/2022) Puskesmas Kraksaan merampungkan vaksin booster sebanyak 5.700 orang atau 10,4 persen. Sebagian besar mereka yang rampung divaksin booster, adalah lansia. Karena mereka rentan terkena virus. Sedangkan ketersediaan vaksin saat ini masih cukup. Vaksin yang tersedia adalah jenis Pfizer.

VAKSIN PENTING: Para guru Pondok Pesantren Badridduja wilayah Al-Mashduqiah, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu sasaran vaksinasi. Dengan vaksinasi covid-19, para guru merasa aman brinteraksi dengan sesama pengajar maupun santri.

“Misalkan kami kehabisan stok di gudang, kita relokasi ke puskesmas lain. Kita pinjam dulu, begitupun sebaliknya. Kegiatan puskesmas yang mulai normal, juga imanfaatkan untuk vaksinasi booster. Seperti kegiatan posyandu lansia, dan banyak kegiatan lainnya. Meskipun ada sasaran yang tidak fit, sehingga harus ditunda pemberian vaksinnya,” jelasnya.

Perempuan berkacamata ini berharap, masyarakat Kraksaan mendapat vaksin booster. Pasalnya jika daya tahan tubuh kuat, saat terpapar virus gejalanya lebih ringan. Pihaknya  tidak ingin sampai ada gejala berat hingga kematian. Seperti pada saat varia delta, kasusnya melonjak.

“Kami harap semua masyarakat ter-booster. Supaya kami tidak kesulitan jika masyarakat terpapar. Apalagi ada isolasi yang menimbulkan benturan seperti sebelumnya terjadi. Kalau di-swab semua, masyarakat tidak langsung mau. Kasihan teman-teman nakes,” harapnya.

Terpisah Guru Pondok Pesantren Badridduja wilayah Al-Mashduqiah Muktasim Billah mengatakan, vaksin booster demi kesehatan. Selain itu untuk persiapan jika dibutuhkan sebagai persyaratan perjalanan. Usai divaksin, pria berkopiah ini merasa kondisinya tidak jauh berbeda seperti sebelum divaksin booster.

“Rasanya sama saja. Kalau saat dosis pertama, saya merasakan langsung efeknya. Saya langsung istirahat. Kalau dosis kedua dan dosis ketga tidak banyak efeknya,” katanya. Ia mengimbau masyarakat agar tidak takut divaksin booster. Apalagi takut karena alasan isu-isu yang tidak benar atau hoaks seperti vaksin itu membunuh. (*/hla/sp)