Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-05 13:51:33

Kebakaran Hanguskan Pom Mini dan Warung di Paiton, Kerugian Capai Rp 50 Juta

HANGUS: Sisa rangka pom mini dan warung tembakau yang hangus karena kebakaran yang terjadi dini hari.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pom mini di Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, kudes terbakar pada Kamis dini hari (5/11/2020) sekira pukul 02.30 WIB. Di ketahui, pom mini tersebut milik Mussafa, asal Dusun Alasmalang, desa setempat.

Informasi yang berhasil dihimpun Tadatodays.com kejadian nahas itu bermula saat Mussafa mengisi BBM jenis premium dari drum ke tangki pom mininya. Total sebanyak 3 drum kecil berkapasitas 60 literan dengan alat bantu mesin pompa. Kemudian setelah selesai mengisi, selang diangkat dan ternyata mengalami kebocoran. Sehingga BBM menetes ke stop kontak yang seketika itu menimbulkan percikan api. Sehingga api membesar dan melalap semua tak tersisa.

Baca Juga : Pantai Bohay Paiton, Tempat Wisata dengan Sajian Kuliner Laut nan Lezat

"Semalam bapak yang jaga, saat itu ngisi bensinnya dari drum ke pom mininya, pakai pompa. Setelah selesai ngisi, baru selangnya diangkat dan muncul percikan api di stop kontaknya" Terang Afif Mukti, anak dari Mussafa, pemilik pom mini yang terbakar.

Baca Juga : Pantai Bohay, Tempat Wisata dengan Sajian Kuliner Laut nan Lezat

Beruntung saat api muncul, Mussafa berhasil menghindar menyelamatkan diri. Hanya saja kaki kanannya terkena api dan sedikit mengalami luka bakar. Tak hanya menghanguskan pom mini yang kapasitas premium 220 liter dan 50 liter pertalite, si jago merah juga melalap warung. Posisi warung yang menjual tembakau itu letaknya di samping pom mini tersebut. Total kerugian mencapai sekitar Rp. 50 juta.

"Di warung itu ada TV mas, uang sekitar 5 juta lebih mas. Kalau meledak tidak, cuma apinya saja yang besar sekali mas," tandasnya.

Kurang dari satu jam, sekira Pukul 03.20 api berhasil dipadamkan dengan dua unit mobil pemadam kebakaran yang masing-masing berasal dari Damkar Kabupaten Probolinggo dan Damkar milik PT PJB PLTU Paiton. (zr/hvn)