Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-17 21:43:44

Kenalkan Wisata Desa, Warga Jubung Jember Gelar Upacara Kemerdekaan di Bantaran Sungai

POTENSI: Warga Dusun Darungan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember memanfaatkan momen upacara proklamasi untuk majukan wisata desa.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Warga Dusun Darungan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, punya cara unik dalam memperingati kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 75. Mereka menggelar upacara bendera detik-detik proklamasi, di bantaran sungai Bedadung tepat d ibawah jembatan gantung dusun setempat.

Pantauan tadatodays.com di lokasi, puluhan warga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, berbaris rapi dengan mengenakan masker serta tetap menjaga jarak. Meski digelar secara sederhana, para peserta terlihat begitu khidmat, bahkan saat dilantunkan doa usai upacara, sejumlah warga terlihat berkaca-kaca.

Baca Juga : Peringatan Hari Santri di Kota Probolinggo, Libatkan Santri Jadi Peserta Upacara, Resmikan Museum Rasulullah SAW

Ahmad Supriyadi, tokoh masyarakat setempat mengungkapkan, upacara kemerdekaan di tepi sungai Bedadung sengaja dilakukankan atas beberapa alas an. Di antaranya ingin mengenalkan jembatan gantung yang rencananya akan dijadikan tempat wisata desa.

Baca Juga : Tumpukan Sampah di Sungai Bedadung Jember Bikin Air PDAM Keruh

Selain itu, upacara di tepi sungai juga dimaksudkan sebagai langkah awal mengedukasi masyarakat tentangnya pentingnya menjaga kelestarian sungai. "Ingin memperkenalkan jembatan ini, dan secara tidak langsung mengajak warga untuk menjaga kebersihan sungai,” ujar purnawirawan TNI itu.

Ridhowi, warga setempat berharap setelah digelar upacara tersebut, akan lebih banyak lagi warga luar dusun yang mengetahui keindahan dusun Darungan. Khususnya di area jembatan gantung yang oleh warga setempat diberi nama jembatan cinta itu.

Pihaknya mengatakan, ketika menjadi wisata warga harus lebih giat menjaga kebersihan sungai. Sebab sungai bedadung yang notabene melewati wilayah kota, saat ini sangat tercemar oleh sampah domestik.

"Sungai Bedadung ini tingkat pencemarannya tinggi karena melewati kota. Padahal sungai Bedadung ini mengairi sawah seluas 14.300 hektare. Kalau tercemarkan efeknya ke tanaman. Maka harus dijaga,” tuturnya usai Upacara.

Lebih lanjut Rihowi mengatakan, jembatan yang mengubungkan Dusun Darungan Lor dengan Darungn Kidul itu sudah mulai dibangun sejak tahun 1997 hingga 1999. Sempat terhenti karena keterbatasan dana, baru setelah mendapat bantuan pemerintah pusat pada tahun 2000, pembangunan dilanjutkan.

Dua tahun berselang, jembatan gantung dengan panjang sekitar 60 meter itu, sudah dapat digunakan. Saat itu diresmikan oleh Bupati Jember Samsul Hadi Siswoyo. Namun demikian, saat lantai jembatan masih terbuat dari kayu, maka berkali kali rusak karena lapuk. Baru tahun 2016 secara gotong royong, jembatan kembali direnovasi dan bagian bawah jembatan diganti dengan bordes atau plat besi.

"Tahun 2016, Kami tasyakuran dan dihadiri oleh bapak Wakil Bupati Jember Kiai Abdul Muqiet Arie,” imbuhnya. Setelah upacara dibubarkan, puluhan anak bergegas membersihkan sampah di tepi sungai. Sementara, warga lain membagi tugas. Ada yang menanam kelapa, ada juga yang akan menebar benih ikan jenis lele kesungai. (as/sp)