Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo Minta Satpol PP Tertibkan Pedagang Sayur Liar di Jalan Letjen Suprapto

Alvi Warda
Thursday, 12 Mar 2026 14:47 WIB

SAYUR: Pedagang sayur pakai pikap di Jalan Letjen Suprapto Kota Probolinggo.
PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pedagang sayur menggunakan pikap, marak di sepanjang Jalan Letjen Suprapto, atau sisi timur Pasar Gotong Royong Kota Probolinggo. Keberadaan pedagang sayur liar di badan jalan itu membuat lalu lintas selalu macet. Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo Ryadlus Sholihin meminta Satpol PP menertibkannya.
Dalam pantauan tadatodays.com, pedagang sayur tersebut menggunakan pikap. Tidak hanya satu sisi, bahkan kedua sisi jalan berjejer pikap pedagang. Ini membuat badan jalan jadi sempit hingga bikin macet lalu lintas.
Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo Ryadlus Sholihin saat dikonfirmasi mengatakan, pedagang liar tersebut membuat para pedagang sayur di lantai II Pasar Gotong Royong merugi. Sebab, dagangan mereka tidak laku. Masyarakat lebih menyukai beli sayuran di bawah.
.png)
“Setiap malam Pasar Gotong Royong macet, karena mereka (pedagang liar, red) berhenti untuk ikut jualan sayuran di jalan. Dampaknya, pembeli tidak akan masuk ke pasar, dan dagangan sayur di dalam pasar tidak laku,” ujar politisi yang akrab disapa Ryad itu.

Menurutnya, masalah ini sudah dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP). "Sudah RDP persoalan ini, dan memang melanggar, karena area larangan berdagang," ucapnya.
Dalam RDP disepakati bahwa kendaraan pengangkut sayur dilarang parkir di sekitar pasar. Kendaraan hanya diperbolehkan datang untuk menurunkan barang. "Jadi nanti dinas teknis harus menegaskan pada pedagang-pedagang tersebut," katanya.
Ryad juga meminta instansi terkait untuk melakukan pengawasan dan penegakan aturan tersebut. “Saya minta Satpol PP, DKUP, dan Dishub nanti berjaga dan menerapkan larangan kendaraan muatan sayur berjualan di sekitar pasar,” ujarnya.
Selain itu, proses bongkar muat sayuran harus dilakukan melalui pintu pasar sisi selatan. Setelah menurunkan barang, kendaraan diminta segera meninggalkan lokasi pasar. "Ini untuk kenyamanan bersama. Agar tidak macet dan pedagang di atas tidak merugi," tuturnya. (alv/why)


Share to
 (lp).jpg)



