Ledakan di Masjid Patrang Jember Terungkap, Polisi Pastikan Bukan Bom

Dwi Sugesti Megamuslimah
Thursday, 26 Mar 2026 23:41 WIB

TKP: Aparat saat menggelar olah TKP di Masjid Pesona Raya, Patrang, Jember, usai ledakan diduga bom pada Senin (16/3/2026) malam.
JEMBER, TADATODAYS.COM - Penyelidikan atas insiden ledakan di Masjid Pesona Raya, Patrang, Jember pada Senin (16/3/2026) malam lalu sampai pada simpulan akhir. Polisi memastikan ledakan yang sempat membuat warga geger itu bukan bom, tetapi bahan kimia yang mengalami overheat.
Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra menegaskan, kesimpulan tersebut diperoleh setelah serangkaian penyelidikan mendalam oleh tim gabungan lintas satuan. Proses investigasi tidak dilakukan secara sederhana. Sejumlah unsur dilibatkan, mulai dari Unit Identifikasi, Labfor Polda Jatim, Ditreskrimum Polda Jatim, Tim Jibom Gegana Korbrimob Polri, hingga Satreskrim Polres Jember.
“Setelah olah TKP rampung, kami bersama anggota langsung melakukan kerja bakti membersihkan puing-puing. Saat ini masyarakat sudah bisa kembali beribadah secara normal,” ujar Bobby dalam keterangan resminya, Kamis (26/3/2026).
“Tidak ditemukan bahan peledak. Dugaan sementara, ada peningkatan suhu ekstrem pada zat yang mudah terbakar di dalam almari besi,” tegasnya.


Garis polisi yang sebelumnya membatasi area masjid juga telah dicabut sejak sehari setelah kejadian, tepatnya Selasa (17/3/2026). Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan analisis tim gabungan, sumber ledakan mengarah pada reaksi kimia akibat panas berlebih atau overheat dari bahan tertentu yang tersimpan di dalam lemari besi.
Polisi mengungkap, di lokasi ditemukan senyawa kimia seperti Sodium Perchlorate (NaCLO4) serta Poly (Bisphenol-A-co-epichlorohidrin). Kedua zat ini diduga mengalami degradasi termal atau perubahan suhu signifikan yang memicu tekanan tinggi hingga terjadi ledakan spontan.
Meski demikian, aparat masih terus mendalami detail teknis reaksi kimia tersebut untuk memastikan kronologi secara utuh.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi. Ia meminta warga tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Jember tetap kondusif. (dsm/why)



Share to
 (lp).jpg)
