Tri Amelia Agustin Subandi


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-25 19:38:04

Lestarikan Budaya, Disdikbud Kota Probolinggo Gelar Lomba Membuat Jaran Bodhag

KREATIF: Hasil karya Jaran Bodhag para juara dalam lomba yang diadakan oleh Disdikbud Kota Probolinggo yang telah dinilai oleh para dewan juri (foto bawah).

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Meskipun kondisi pandemi Covid-19, namun pelestarian budaya di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo tetap berjalan. Seperti halnya usaha pelestarian kebudayaan lokal, Jaran Bodhag. Karena itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo membuat lomba Jaran Bodhag bagi kalangan pelajar dan umum di kota setempat.

Melalui kegiatan lomba menghias Jaran Bodhag ini, Disdikbud mewadahi kreativitas dari siswa siswi mulai dari tingkat SD, SMP, sampai kalangan umum. Tidak sedikit para seniman di Kota Probolinggo yang ikut dalam lomba hias jaran bodhag ini.

Lomba membuat Jaran Bodhag ini digelar pada Rabu 25 November 2020 di SMP Negeri 5 Kota Probolinggo. Setidaknya ada 20 peserta lomba membuat Jaran Bodhag yang sebelumnya telah melalui proses seleksi. Masing masing tingkatan terdiri dari 6 peserta tingkat SD, 8 peserta tingkat SMP dan 6 peserta tingkat umum.

Dalam lomba ini panitia menghadirkan 3 dewan juri, salah satunya Mufi Mubarok. Menurutnya, point penilaian dalam lomba kali ini yaitu ornamen, simbol dan inovasi. Melihat berbagai macam kreativitas yang dibuat oleh anak siswa siswa di tingkat SD dan SMP ini pihaknya cukup terkesan. Melalui lomba ini siswa sebetulnya tidak dibebankan dalam berkreativitas.

"Lomba menghias Jaran Bodhag ini tidak membatasi siswa berkreativitas. Artinya mereka tidak dibebani berkreativitas dengan bahan yang berat. Dengan bahan apapun Jaran Bodhag bisa dibuat," kata Mufi Mubarok yang juga dosen Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya ini.

Mufi ingin Jaran Bodhag membumi. Sebab kesenian yang ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia ini merupakan ciri khas Probolinggo. Tidak hanya melihat saja, tapi bagaimana warga kota ini juga bisa membuat dan menampilkan.

Kegiatan lomba menghias jaran bodhag ini untuk pertama kalinya digelar. Ini sebagai salah cara agar siswa dan masyarakat umum bisa mencintai kesenian lokal Kota Probolinggo. Kendati penjuriannya digelar secara virtual, kegiatan lomba Jaran Bodhag ini akan tetap digelar tahun depan dengan kondisi yang berbeda.

"Melalui lomba menghias Jaran Bodhag ini, banyak kreativitas muncul. Hiasanya pun bisa beragam, tentunya dalam membuat Jaran Bodhag ini untuk beratnya tidak lebih dari 10 kg," kata Novi Bayu Wardhani selaku Kasi sejarah dan Budaya Disdikbud Kota Probolinggo. (adv/mel/ hvn)