Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-01 20:40:22

Mahasiswa Unuja Ciptakan Tempat Cuci Tangan Tanpa Sentuh Kran, Cukup Dekatkan Jari ke Sensor, Air Keluar Otomatis

COBA: Denny Harfiansyah Putra, menunjukkan cara kerja tempat cuci tangan otomatis tanpa menyentuh kran. Daya yang dibutuhkan untuk tempat cuci tangan ini cukup kecil dan bisa menggunakan power bank sebagai sumberdaya.

Pandemi Covid-19 disikapi dengan berbagai cara. Salah satu yang produktif dan berguna untuk masyarakat, dilakukan oleh sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Nurul Jadid (Unuja). Yaitu dengan menciptakan tempat cuci tangan otomatis.

ZAINUR RIFAN, Wartawan Tadatodays.com

Baca Juga : Mohammad Furqon Dekan Fakultas Teknik Universitas Nurul Jadid, Baru Nyantri Saat Kuliah, Kini Jadi Dekan di Fakultas Teknik

SELAMA masa pandemi, hampir semua proses pembelajaran dilakukan secara daring atau online. Termasuk perkuliahan di Univeristas Nurul Jadid (Unuja), Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Namun, hal itu tak membuat sejumlah mahasiswa berhenti berkreasi. Salah satunya

Baca Juga : Demonstrasi Menolak UU Cipta Kerja di Kota Pasuruan Berujung Ricuh

mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Nurul Jadid (UNUJA), yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robotika.

Dengan keterampilan yang dimilikinya, mereka membuat tempat cuci tangan otomatis. Kreasi ini digunakan untuk dapat membantu masyarakat mencuci tangan tanpa harus menyentuh kran. Sehingga hal itu dapat meminimalisir penyebaran covid-19.

Ketua UKM Robotika Fakultas Teknik UNUJA, melalui wakilnya, Denny Harfiansyah Putra, menyampaikan bahwa inisiatif membuat wastafel otomatis ini timbul dari pengamatan sederhana. Saat itu ia dan teman-temannya melihat banyak masyarakat yang mencuci tangan dengan menyentuh kran. Baik sebelum dan sesudah mencuci dan justru lupa bahwa kran tersebut disentuh orang banyak.

"Saat KKN dulu kami melihat di desa itu banyak orang yang bergantian cuci tangan di tempat yang sama. Dan setelah mencuci, tangannya masih menyentuh kran lagi. Pafagal kran itu banyaj disentuh orang dan tidak dibersihkan. Kami justru khawatir di kran tersebut masih menempel virus," tuturnya pada Tadatodays.com, pada Sabtu (1/8/2020).

Dengan tempat cuci tangan otomatis ini, ia berharap masalah itu terpecahkan. Ia pun meyajinkan jika produk yang diciptakan UKM-nya itu sangat mudah dipakai. Pengguna hanya perlu mendekatkan tangannya pada sensor ultrasonic yang sudah terpasang di galon bekas tersebut. Dengan jarak kurang dari 30 cm, maka secara otomatis sensor tersebut memerintahkan pompa air yang di dalam untuk memompa air keluar. Dengan begitu tidak ada sentuhan fisik antara tempat cuci tangan dengan bagian tubuh manusia.

Untuk mengaktifkan alat tersebut, pihaknya menggunakan daya listrik dengan tegangan 5 -12 V yang tersambung melalui kabel USB dan dibantu dengan adaptor yang biasa dipakai pada pengecasan ponsel. Karena tegangannya yang kecil sehingga alat tersebut juga bisa menggunakan power bank sebagai sumber dayanya. Sehingga, jika aliran listrik padam, alat tersebut bisa tetap hidup asal disambungkan dengan power bank.

"Tinggal mendekatkan tangan ke alat sensor, secara otomatis airnya akan keluar sendiri. Untuk dayanya kita menggunakam daya listrik, tapi bisa juga memakai power bank. Biaya untuk ini kita habiskan Rp 100 ribu," terang mahasiswa yang karib disapa Denny itu.

Denny juga mengaku inovasi tersebut akan ia modifikasi kembali dengan menggunakan tempat air yang lebih besar, agar bisa menampung air yang lebih banyak. Sehingga pihak yang memakainya tidak harus bolak balik mengisi air. Hal itu dilakukan agar karyanya tersebut bisa dipakai di kampus dan pesantren setempat.

"Ini kan masih percobaan dengan menggunakan galon bekas. Nanti kita akan gunakan tong yang lebih besar. Semoga nanti bisa dipakai di kampus dan pesantren (Nurul Jadid, red)," tutup Mahasiswa yang masih duduk di semester 5, Program Studi Teknik Elektro itu. (zr/hvn)