Masjid Pesona Raya Jember Kembali Digunakan Ibadah Pasca Ledakan, Jamaah Masih Waswas

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Wednesday, 18 Mar 2026 18:36 WIB

Masjid Pesona Raya Jember Kembali Digunakan Ibadah Pasca Ledakan, Jamaah Masih Waswas

IBADAH: Aktivitas ibadah kembali terlihat di Masjid Pesona Raya usai kejadian ledakan diduga bom beberapa waktu lalu.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Aktivitas ibadah di Masjid Pesona Raya, Perumahan Pesona Regency, Kecamatan Patrang, Jember, kembali pulih setelah insiden ledakan yang diduga bom, Senin (16/3/2026) malam lalu. Warga perlahan kembali menggelar salat berjamaah, meski rasa waswas masih membayangi.

Salah satu warga setempat, Haryo Agung, mengaku berada sangat dekat dengan sumber ledakan saat peristiwa terjadi. Ia menyebut kejadian itu sempat membuat jamaah kaget dan menghentikan sementara aktivitas ibadah di masjid. “Saya waktu itu di dekat pintu, jaraknya sangat dekat. Ya kaget pasti,” ujarnya pada Rabu (18/3/2026) siang.

Pasca kejadian, masjid sempat tidak digunakan untuk salat berjamaah sejak subuh hingga asar. Aktivitas baru kembali dibuka saat magrib, dilanjutkan dengan salat isya dan tarawih di hari yang sama. “Mulai tadi malam sudah dibuka lagi. Tarawih juga sudah berjalan, tapi memang jamaahnya berkurang,” katanya.

Penurunan jumlah jamaah terlihat cukup signifikan, terutama saat salat Tarawih. Haryo memperkirakan jumlahnya hanya sekitar separuh dari kondisi normal. Selain faktor mendekati Lebaran, kekhawatiran warga juga menjadi alasan utama. “Sekitar separuh. Ibu-ibunya juga banyak yang belum datang. Saya kira memang ada rasa takut,” ucapnya.

Meski demikian, warga berupaya saling menguatkan agar masjid kembali ramai. Takmir dan tokoh masyarakat setempat juga telah mengimbau warga untuk kembali beribadah berjamaah setelah area masjid dibersihkan pascakejadian.

“Sore itu setelah dibersihkan, sudah ada imbauan. Kita warga juga saling support supaya masjid kembali seperti semula,” imbuhnya.

Di sisi lain, kehadiran aparat kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi turut memberikan rasa aman bagi warga. Meski belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran, penjagaan tersebut dinilai mampu menekan potensi ancaman.

“Kalau saya pribadi jadi lebih tenang. Setidaknya kalau ada penjagaan, orang yang punya niat buruk akan berpikir dua kali,” jelasnya.

Sejauh ini, warga belum menemukan hal mencurigakan yang berkaitan langsung dengan peristiwa tersebut. Namun, mereka tetap menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian, termasuk penelusuran melalui rekaman CCTV yang aktif di area masjid. “CCTV di sini aktif semua. Soal itu biar polisi yang melihat,” katanya. (dsm/why)


Share to