Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-22 19:24:17

Pelaku Curanmor Kerap Beraksi di Waktu Subuh

CURANMOR: Di teras samping rumahnya itulah, motor milik Dian hilang dicuri pelaku pada Senin (20/12) lalu. Dari hasil rekaman CCTV, diketahui pelaku merusak kunci motor menggunakan kunci T.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota dan Kabupaten Probolinggo, masih marak terjadi. Tak hanya motor yang digondol maling. Gembok pagar rumah juga dibawa kabur.

Pada Rabu (22/12) siang, tadatodays.com menemui dua orang yang menjadi korban curanmor. Keduanya yakni Ratno Suwito, 34, warga Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, dan Dohari, warga Gang Tower RT 6 RW 3, Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.

Baca Juga : Dua Motor di Kraksaan Dimaling Sekaligus

Di rumah Ratno Suwito, tadatodays.com ditemui oleh istrinya yaitu Dian Anis, 34. Anis mengatakan motor Supra X 125 nopol L 6182 GZ miliknya hilang saat diparkir di teras rumahnya, Senin (20/12) dini hari lalu. Saat itu, ia dan suaminya tengah tidur. Sementara di luar rumah hujan turun dengan derasnya.

Baca Juga : Kasus Pencurian Sepeda Pancal juga Marak di Kota Probolinggo

Perempuan yang memiliki dua anak ini baru menyadari jika motornya dicuri, sekitar pukul 04.00 WIB. Setelah melihat kondisi di luar rumah, ia mendapati gerbang pagar sudah terbuka. “Gembok pagar hilang,” ujarnya.

Untuk mengetahui pelakunya, Dian dan suaminya memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di rumahnya. Dari situlah, terlihat satu orang pelaku mondar-mandir di teras rumahnya.

Selanjutnya, pelaku merusak kunci ganda motor menggunakan kunci T. Motor yang saban harinya digunakan untuk antar jemput anaknya sekolah di salah satu TK di Kecamatan Sumberasih, itu telah raib. "Kerugiannya 19 juta,” ujarnya.

Sementara saat hendak menemui korban kedua yaitu Dohari, tadatodays.com belum bisa menemuinya. Sebab saat didatangi ke rumahnya, Dohari sedang keluar. Hanya Kustina, tetangga Dohari yang menemui tadatodays.com. dan membenarkan bahwa tetangganya itu menjadi korban curanmor.

Kustina menyampaikan, Dohari kehilangan motornya pada Selasa (21/12) lalu, sekira pukul 03.45 WIB. Saat itu, korban mengetahui motornya dicuri saat hendak salat subuh. Keluarga Dohari langsung menanyakan kepada Kustina, apakah melihat motornya. “Saya jawab, tidak,” ujarnya.

Meski tak mengetahui saat hilangnya motor Dohari, namun Kustina mendengar suara gaduh saat subuh. “Saya pikir mobil pak Dohari sedang keluar rumah,” katanya.

Pasca kejadian itu, lanjutnya, Dohari kemudian melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. “Ada polisi di rumahnya," tuturnya. (ang/don)