Pembentukan Kementerian Haji, Kemenag Jember Masih Tunggu Petunjuk Teknis

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Thursday, 28 Aug 2025 12:40 WIB

Pembentukan Kementerian Haji, Kemenag Jember Masih Tunggu Petunjuk Teknis

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Jember Nur Sholeh

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pemerintah telah mengesahkan pembentukan Kementerian Haji. Namun, jajaran Kementerian Agama (Kemenag) di daerah masih menunggu arahan teknis terkait mekanisme transisi kewenangan, termasuk di Jember.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Jember Nur Sholeh menyatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi detail mengenai struktur baru tersebut. “Menteri Haji saja masih belum ditetapkan. Jadi kita juga belum tahu akan dipimpin siapa. Arahan teknisnya pasti turun dari pusat,” ujarnya, Kamis (28/8/2025) siang.

Menurut Nur Sholeh, proses peralihan ini akan berjalan bertahap, mulai dari Ditjen PHU pusat, kemudian ke provinsi hingga kabupaten/kota. Ia menyebut, saat ini sudah ada wacana pembentukan tim transisi. Namun, fungsi dan kewenangan tim tersebut masih belum jelas.

“Pembentukan kementerian baru itu prosesnya dari pusat. Ditjen PHU di Jakarta nanti yang menentukan alurnya, lalu diteruskan ke provinsi hingga kabupaten/kota. Jadi kita masih menunggu arahan lebih teknis," urainya.

Nur Sholeh menambahkan, jika kementerian baru ini benar-benar berjalan, maka kebutuhan sumber daya di daerah akan meningkat. Saat ini, jumlah pegawai di Seksi PHU Kemenag Jember hanya tujuh orang, termasuk dirinya.

“Kalau jadi kementerian, ya minimal 20 pegawai. Karena beban kerjanya pasti lebih besar,” katanya.

Meski masih menunggu kepastian, Nur Sholeh memastikan bahwa pelayanan jamaah haji tetap menjadi prioritas. “Sambil menunggu regulasi kementerian baru, persiapan haji 2026 tetap kita jalankan sesuai jadwal,” sambungnya.

Setidaknya, Kemenag Jember telah mulai melakukan verifikasi sebanyak 1.647 data calon jamaah haji asal Jember yang dijadwalkan berangkat pada 2026 mendatang.

Verifikasi ini, kata dia, saat ini sudah mencapai 80 persen. Pihaknya menargetkan bisa rampung setidaknya pada Oktober atau November 2025. "Jumlah itu belum final, ada kemungkinan penambahan jamaah yang masuk kuota pemberangkatan 2026. Kalau melihat tahun lalu, jamaah asal Jember biasanya di atas 2.000 orang," katanya. (dsm/why)


Share to