Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-15 19:28:38

Pemkot Bakal Terapkan PTM Jelang Ujian Sekolah

TATAP MUKA: Disdikbud Kota Probolinggo bakal menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tingkat SD dan SMP, jelang ujian sekolah pada 22 Maret sampai 22 April 2021.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pemerintah Kota Probolinggo bakal melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19, sebelum ujian sekolah tingkat SD/SMP. Namun, kebijakan itu akan dilakukan setelah kepala sekolah di masing-masing lembaga mencapai kesepakatan dengan orangtua siswa.

Seperti yang diungkapkan Kepala SD Negeri Sukabumi 2, Riana. Saat ditemui tadatodays.com pada Senin (15/3/2021) mengatakan, sebelumnya seluruh kepala sekolah SD/SMP telah dikumpulkan dan diberikan pembinaan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat.

Baca Juga : Jika Belum Divaksin, Guru Tak Boleh Mengajar

Dalam pertemuan itu, dijelaskan bahwa Kota Probolinggo saat ini masuk zona kuning kasus Covid-19. Oleh karena itu, kepala sekolah diminta untuk melakukan kesepakatan dengan orangtua siswa terkait PTM sebelum ujian sekolah. "Bila tidak disetujui oleh orangtua, PTM dilakukan secara daring," katanya.

Baca Juga : Zona Hijau, Jember Segera Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

Menurutnya, PTM terbatas tersebut untuk pemantapan ujian sekolah yang rencananya digelar mulai 22 Maret sampai 22 April 2021. Secara teknis, untuk di SDN Sukabumi 2, terbagi menjadi 3 sesi. Per sesi diberikan 1 mata pelajaran dengan durasi waktu 2 jam. Dari total 120 siswa yang akan mengikuti ujian, mak per kelas hanya diisi 10 orang. “Diperkenankan hanya kelas 6 saja," katanya.

Dalam perkiraan Riana, dari 120 anak bila dipersentasekan mencapai 90 persen kehadiran, maka yang berada di dalam kelas di setiap sesi antara 6-7 siswa. Sedangkan 10 persen dilakukan secara daring.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Mochammad Maskur, mengatakan bahwa PTM ini dilakukan secara bertahap. Dimana, setiap sekolah masih melakukan pendataan kesepakatan orangtua siswa dan akan dilaporkan ke Disdikbud.

Menurutnya, orangtua murid sama-sama memiliki hak untuk setuju atau tidak setuju terkait PTM dan mengisi surat pernyataan. “Bila iya, kewajibannya antar jemput siswa," katanya.

Rencana Disdikbud menggelar PTM jelang ujian sekolah direspons oleh Diah, warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, salah satu wali murid di SDN Sukabumi 2. Ia menyambut gembira atas rencan PTM tersebut. Sebab, menurutnya, siswa lebih cepat menangkap materi secara tatap muka dibandingkan daring. " Saya sudah lama ingin PTM ini," ujarnya saat menunggu anaknya di depan SDN Sukabumi 2. (ang/don)