Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-09 19:53:53

Perkuat Spiritual dan Pembiasaan Ngaji Kitab Kuning, Bupati Banyuwangi Gelar Festival Smart Santri

KITAB KUNING : Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, saat mengikuti Smart Santri di Pondok Pesantren Darussalam, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Rabu malam (7/4/2021).

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Usai dilantik menjadi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani rutin menggelar pengajian kitab kuning yang dikemas dalam Festival Smart Santri. Apa yang dilakukan Ipuk mendapat apresiasi dari para kiai.

Festival Smart Santri merupakan rangkaian pengajian kitab kuning yang digelar secara hybrid yang diikuti santri, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga Banyuwangi, baik secara daring melalui aplikasi zoom dan channel, serta secara luring dengan pembatasan peserta dan penerapan protokol kesehatan.

Baca Juga : Gandeng PT Pos Indonesia, Pemkab Tanggung Ongkir Paket Pengiriman Usaha Mikro Banyuwangi

Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, KH. Muhammad Faidzin mengatakan, inovasi ini mungkin satu-satunya. Jadi, menurutnya, tidak ada alasan lagi ASN dan masyarakat untuk tidak sempat mengaji karena kesibukan. "Sekarang sudah dibuatkan pengajian online oleh pemerintah sehingga bisa disimak dari mana saja. Insyaallah pahalanya sama,” kata  KH. Muhammad Faidzin, saat menjadi tuan rumah Smart Santri.

Baca Juga : Soal Larangan Mudik, Kapolda dan Bupati Cek Pelabuhan Ketapang

Diketahui, gelaran Smart Santri ketiga itu digelar di Pondok Pesantren Darussalam, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru,  Rabu malam (7/4/2021). Smart Santri digelar secara regular dua kali dalam sebulan setiap Rabu malam.

Kegiatan itu berpindah dari satu pesantren ke pesantren yang lain dengan melibatkan kiai-kiai di Banyuwangi untuk mengisi tausiyah.

KH. Faidzin sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, Smart Santri merupakan bentuk tanggung jawab seorang pemimpin untuk memperkuat kerohanian warganya.

Apalagi, menurut KH. Faizin, kitab kuning merupakan tradisi masyarakat Indonesia. Kitab Kuning identik dengan pola pendidikan agama Islam di pondok pesantren yang merupakan kitab klasik yang ditulis beberapa abad yang lalu.

"Banyak ilmu, sejarah, dan hal positif lainnya yang kita dapat dari membaca kitab kuning," kata KH. Faizin.

Gelaran Smart Santri kali ini juga diisi dengan tausiyah dari Kyai Iskandar Zulkarnain yang mengangkat tema "Instrospeksi Diri dan Hikmah Ramadhan merujuk pada kitab hikmatu tasyri' wa falsafatuhu karya Syekh Ali Ahmad Al-Jurjawi".

Terkait pentingnya instrospeksi, Iskandar berpedoman pada Abu Bakar Al Baqillani. Seorang imam yang mempunyai andil besar dalam menyebarluaskan paham Asy’ariyyah atau Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Beliau juga seorang ulama yang sangat religius dan selalu menjaga dirinya dari perbuatan yang tercela, serta mengajarkan untuk selalu sibuk mengintrospeksi diri sendiri sehingga tidak punya waktu untuk mengoreksi kekurangan orang lain. "Semoga kita semua yang mengikuti pengajian ini bisa menjadi pribadi yang senantiasa berinstropeksi dan menjauhi perbuatan tercela,” kata Iskandar.

Sementara Bupati Ipuk berharap agar ASN, santri, dan warga Banyuwangi menyempatkan diri untuk mengaji kitab kuning. Menurutnya minimal akan mendapatkan siraman rohani sebagaimana para santri.

Menurut Ipuk, banyak hal yang didapat dari mengaji kitab kuning. Apalagi menjelang Ramadan seperti saat ini.

Bupati Ipuk juga berharap, agar dengan mengikuti kegiatan ini masyarakat Banyuwangi bisa mendapatkan bekal spiritual yang cukup. "Sehingga bisa melaksanakan ibadah puasa dengan khusyu, ikhlas, dan nikmat hingga akhir,” kata Ipuk. (*)