Pertamina Tambah Pasokan BBM ke Jember hingga 400 Ribu Liter

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Sabtu, 07 Mar 2026 11:58 WIB

Pertamina Tambah Pasokan BBM ke Jember hingga 400 Ribu Liter

Bupati Jember Muhammad Fawait

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke Kabupaten Jember ditambah. Ini untuk merespons lonjakan pembelian masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan tambahan distribusi BBM dilakukan oleh Pertamina guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Tercatat, pada Jumat (6/3/2026), Jember menerima tambahan sekitar 100 ribu liter BBM. Sementara pada Sabtu (7/3/2026), pasokan kembali ditambah sekitar 300 ribu liter.

“Distribusi BBM ke Jember terus ditambah oleh Pertamina. Kemarin ada tambahan sekitar 100 ribu liter, hari ini sekitar 300 ribu liter lagi,” kata Bupati Fawait, Sabtu (7/3/2026) pagi.

Dengan tambahan tersebut, pemerintah daerah memastikan ketersediaan BBM di Jember masih dalam kondisi aman. Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Menurutnya, stok BBM yang tersedia saat ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah Kabupaten Jember bersama kepolisian juga mulai memperketat pengawasan distribusi BBM di sejumlah SPBU untuk mencegah adanya penimbunan.

Jika ditemukan indikasi penimbunan, petugas dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan penindakan. “Kalau ada indikasi menimbun akan kami beri peringatan terlebih dahulu. Jika tetap memaksa, tentu akan ada tindakan tegas dari kepolisian,” ujarnya.

Fawait menyebut tren pembelian BBM di Jember mulai menunjukkan penurunan sejak Kamis (5/3/2026) hingga Jumat (6/3/2026), meski antrean kendaraan di sejumlah SPBU di kawasan perkotaan masih terlihat cukup panjang.

Sementara di wilayah pinggiran, antrean relatif lebih pendek bahkan sebagian kendaraan masih berada di dalam area SPBU. Pemkab Jember juga menyiapkan langkah antisipasi apabila antrean masih terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penerapan kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara serta pembelajaran daring bagi sekolah. (dsm/why)


Share to