Amelia Subandi


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-29 15:34:51

Pojok Sakera, Inovasi Lapas Klas IIB Probolinggo dalam Melayani Warga Binaan

ASRI: Wajah lapas Klas IIB Probolinggo berubah setelah ditata ulang dengan membuat taman di tembok. Keberadaan taman tersebut membuat kondisi lapas menjadi lebih sejuk.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Umumnya masyarakat memandang lembaga pemasyarakatan (lapas)  sebagai tempat untuk menghukum para pelaku kriminal. Padahal, fungsi lapas bukan hanya sanksi kurungan, namun juga pembinaan. Baik pembinaan mental spiritual, termasuk juga keahlian dan keterampilan.

Seperti yang dilakukan Lapas Klas IIB Probolinggo di bawah kepemimpinan Kalapas Risman Soemantri. Wajah lapas yang semula menakutkan, diubahnya menjadi hunian yang memberikan inspirasi. Itu setelah pihaknya meluncurkan program Pojok Sakera. Sebuah sarana komunikasi dan edukasi bagi narapidana.

Baca Juga : Pojok Sakera, Inovasi Lapas Klas IIB Probolinggo Melayani Warga Binaan

Saat ditemui tadatodays.com di ruangannya, Selasa (27/4/2021), mantan Kalapas Gunung Sindur ini menyampaikan, bahwa program Pojok Sakera ini adalah salah satu inovasi yang digagas untuk menyesuaikan dengan kebutuhan.

Baca Juga : 12 Warga Binaan Positif Covid-19, Lapas Jember Jadi Klaster Baru

PEMBINAAN: Kalapas Klas IIB Probolinggo Risman Soemantri mendampingi Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin saat memberikan remisi pada warga binaan.

“Semua yang berhubungan dengan komunikasi dan edukasi narapidana, kita tempatkan disana. Terutama saat kondisi pandemi seperti saat ini, di mana kunjungan ditiadakan. Jadi nanti kita tempatkan media untuk warga binaan bisa berkomunikasi dengan keluarganya melalui video call,” jelasnya.

Kondisi Lapas IIB Probolinggo yang terbatas, membuat pihaknya harus pintar menata ruangan demi memberikan kenyamanan kepada warga binaan. Termasuk membuat vertical garden, agar suasana lapas menjadi lebih segar dan asri. Sejumlah tanaman pun menghiasi tembok di sejumlah sudut lapas.

 “Kami ingin memberikan kenyamanan, tidak hanya bagi warga binaan saja, melainkan bagi keluarga saat berkunjung ke lapas. Suatu misal jika nanti sudah tidak pandemi, keluarga yang berkunjung juga bisa membawa anak. Dan diharapkan anak-anak ini melihat lapas tidak semengerikan di pemikiran masyarakat pada umumnya,” katanya.

FASILITASI: Lapas juga memfasilitasi warga binaan dengan berbagai macam kegiatan. Mulai kegiatan kesenian seperti hadrah, pengajian, sampai kegiatan ekonomi seperti pembuatan telur asin. Harapannya, setelah bebas mereka dapat memanfaatkan keahlian maupun keterampilan yang dimiliki.

Selain itu, beberapa program pembinaan di lapas IIB diberikan. Misalnya kegiatan pengembangan kreatifivitas di bidang seni budaya dan perekonomian. Misalnya, kelompok kesenian hadrah sampai pembuatan telur asin. Harapannya, warga binaan bisa menyalurkan hobi sekaligus bisa mendapat ilmu untuk menunjan ekonomi mereka selepas bebas.

Risman Soemantri mengatakan, ke depan masih inovasi yang akan ia lakukan untuk meningkagkan kapasitas pelayanan di Lapas IIB Probolinggo. Hal ini menjadi bagian dari filosofi lembaga pemasyarakatan yakni memperbaiki hubungan penghidupan dan kehidupan.

 “Termasuk kami adakan pesantren, pengajian sebagai bentuk mengintervensi bagaimana memperbaiki hubungan warga binaan dengan tuhannya. Di lapas kita juga diajari untuk bagaimana menghormati dan memperlakukan manusia seperti halnya manusia,” terangnya.

Diketahui, Lapas Klas IIB Probolinggo saat ini dihuni oleh 645 warga binaan. Jumlah ini melebihi kapasitas yang normalnya hanya menampung 265 orang. Oleh karenanya dengan berbagai upaya, lapas terus berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. (mel/sp)