Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-06-11 12:41:58

PSG Unej Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di Kampus

MELAWAN KEKERASAN SEKSUAL: Aksi jalan santai mahasiswa dan tenaga pendidik di Kampus Unej, media ajakan melawan kekerasan seksual serta advokasi bagi korbannya.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pusat Studi Gender (PSG) Universitas Jember (Unej) menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan seksual di sekitaran kampus Unej, Sabtu (11/6/2022). Dengan aksi jalan kaki, mereka menyosialisasikan pencegahan kekerasan seksual.

Aksi jalan santai itu diikuti oleh mahasiswa, dosen dan tenaga pendidikan. Para peserta aksi juga membawa poster-poster berisi informasi bentuk-bentuk pelecehan seksual, ajakan melawan kekerasan seksual, dan advokasi bagi korban pelecehan seksual.

Baca Juga : Fraksi PKS Tolak Tandatangani Pakta Integritas GMNI Jember Soal Kekerasan Seksual

Ketua PSG Universitas Jember Linda Dwi Eriyanti mengatakan, selain sebagai peringatan hari ulang tahun kedua PSG Unej, aksi ini sekaligus sebagai bentuk edukasi pada lingkungan kampus. “Harapannya, semua warga kampus mengerti, paham dan turut serta dalam aksi pencegahan segala bentuk kekerasan seksual," katanya

Baca Juga : GMNI Jember Soroti Tingginya Kasus Kekerasan Seksual

Keseriusan itu juga dikuatkan dengan terbitnya Peraturan Rektor Universitas Jember nomor 4 tahun 2022 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Universitas Jember. Ini meneruskan  Permendikbud Ristek nomor 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi.

“Universitas Jember juga sudah memproses pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual sesuai mandat Permendikbudristek nomor 30 tahun 2021," ujarnya.

Selain itu, Universitas Jember juga telah menyerahkan calon panitia seleksi untuk membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual. Targetnya, pada Oktober 2022 seluruh perguruan tinggi telah memiliki satgasnya masing-masing.

“Nantinya, lima puluh persen anggota Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual berasal dari kalangan mahasiswa. Sementara sisanya berasal dari unsur dosen dan tenaga kependidikan," jelas dosen FISIP Unej tersebut.

Linda Dwi Eriyanti berharap, dengan adanya kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual di kampus, mampu mencegah dan menangani problematika kekerasan seksual. (bp/why)