Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-08 20:37:30

Sambut Ramadan, Pemkab Banyuwangi akan Gelar Pasar Takjil untuk Pemulihan Ekonomi

UMKM: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, saat melihat salah satu produk UMKM Banyuwangi di sebuah acara.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, berkoordinasi dengan seluruh camat dan dinas terkait untuk mendukung dan mengawal pelaksanaan Pasar Takjil di bulan Ramadan tahun ini. Keberadaan Pasar Takjil diharapkan bisa mendorong pemulihan ekonomi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Bupati Ipuk menyampaikan, Pasar Takjil nantinya diharapkan bisa memberi ruang usaha untuk warga  agar semakin terbuka ruang pemulihan ekonomi. "Tentu tetap dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Ipuk kepada media, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga : Dianggap Mengganggu Istirahat, MUI Larang Patrol Keliling saat Ramadan

Nantinya, Bupati Ipuk dalam agenda berkantor di desa yang rutin dijalankannya tiap pekan telah memberi instruksi melalui rapat virtual yang diikuti seluruh camat terkait persiapan menyambut Ramadan. Salah satunnya keberadaan Pasar Takjil.

Baca Juga : DKUPP Bantah Izinkan Pedagang Takjil Jualan di Trotoar

Ada tiga poin yang disampaikan Ipuk terkait upaya menggeliatkan UMKM melalui Pasar Takjil. Pertama, fasilitasi. ”Camat dan kepala desa agar mendukung pelaksanaan Pasar Ramadan. Jangan dipersulit. Atur dengan baik,” ujar Ipuk.

Kedua, kawal. Ipuk memberi contoh, camat harus berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan puskesmas untuk membantu higienitas dari masing-masing UMKM. ”Agar makanan-minuman yang dijual higienis," kata Ipuk.

Ia melanjutkan, nantinya kecamatan membentuk tim yang tiada henti mengingatkan penerapan protokol kesehatan. Ia juga meminta petugas agar menegur bila ada kesalahan, termasuk kewajiban semua pedagang pakai masker. "Kalau perlu bikin lomba pedagang terbaik dalam penerapan protokol kesehatan,” ujarnya.

Ipuk juga meminta pengaturan tempat dikoordinnasikann agar tidak menimbulkan kemacetan panjang.

Lalu, yang tidak kalah penting menurutnya adalah semuanya harus bersih dan nyaman. Beri tambahan tempat sampah di sekitar lokasi,” kata bupati perempuan tersebut.

Poin ketiga, yakni optimalkan produk lokal. Pastikan semua produk yang dijajakan adalah produk lokal UMKM/usaha rumahan Banyuwangi. Dari pengamatannya, biasanya justru di jalan-jalan strategis saat Ramadan banyak sekali pedagang musiman dari luar kota.

Menurutnya, langkahnya untuk mengutamakan produk lokal bukan untuk menghalangi orang berjualan. "Tapi kita harus utamakan warga Banyuwangi, karena ini sangat penting untuk pemulihan ekonomi warga,” kata Ipuk. (*)