Stok Aman, Bulog Jember Akui Harga Beras Berpotensi Merangkak Naik Jelang Ramadan

Dwi Sugesti Megamuslimah
Monday, 19 Jan 2026 17:35 WIB

BERAS: Aktivitas di salah satu lapak pedagang beras di Pasar Tanjung, Jember.
JEMBER, TADATODAYS.COM - Menjelang bulan suci Ramadan, pergerakan harga beras di pasaran diperkirakan mengalami kenaikan. Meski begitu, Perum Bulog Cabang Jember memastikan ketersediaan beras di wilayahnya berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tahun mendatang.
Bulog Jember saat ini menguasai cadangan beras sekitar 82 ribu ton yang tersimpan di gudang. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk Ramadan dan Idulfitri.
Kepala Bulog Jember, Muhammad Ade Saputra, menyampaikan bahwa stok yang ada relatif stabil dan tidak mengkhawatirkan. Ia menegaskan, cadangan tersebut dapat menjamin kebutuhan pangan masyarakat Jember hingga tahun depan.
“Stok di gudang Bulog saat ini sekitar 82 ribu ton dan itu sangat aman. Untuk kebutuhan HBKN, kami pastikan masih mencukupi hingga tahun depan,” ujarnya pada Senin (19/01/2026) sore.
Sebagai upaya menjaga stabilitas harga, Bulog Jember juga telah menggelar operasi pasar dengan menyalurkan 6 ton beras. Rinciannya terdiri dari 5 ton beras medium merek SP HP dan 1 ton beras premium dari merek Bos Food, Ramos, serta Puno Kawan.
Operasi pasar tersebut menyasar sekitar 200 warga, dengan perhitungan distribusi berdasarkan kebutuhan dari total beras yang disediakan.
Terkait tren harga, Ade mengakui bahwa kenaikan harga beras menjelang Ramadan merupakan pola tahunan yang kerap terjadi. Namun demikian, ia memastikan lonjakan tersebut masih berada dalam kendali pemerintah.

“Biasanya mendekati Ramadan harga memang cenderung naik, tapi masih bisa kami ukur dan kendalikan,” jelasnya.
Saat ini, diketahui harga beras premium di sejumlah pasar tradisional di Jember masih berada di kisaran Rp13.400 hingga Rp13.500 per kilogram.
Untuk menekan potensi kenaikan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat, Bulog Jember telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember guna menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama Ramadan.
Koordinasi dilakukan bersama Bupati Jember, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan. Program ini akan dikemas dalam bentuk operasi pasar maupun GPM di sejumlah titik.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Nantinya akan ada operasi pasar atau GPM sebagai langkah antisipasi selama Ramadan,” kata Ade.
Pelaksanaan GPM juga melibatkan Badan Pangan Nasional dan dapat didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui program pasar murah yang saat ini tengah berjalan. Adapun jumlah dan lokasi pelaksanaan masih menunggu penjadwalan dari pemerintah kabupaten. (dsm/why)


Share to
 (lp).jpg)