Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-06-13 21:06:24

Sudah Direvitalisasi, Kondisi Alun-alun Probolinggo Tetap Kotor

KOTOR: Kondisi Alun-alun Kota Probolinggo masih terlihat gersang dengan banyaknya rumput kering dan menguning. Ditambah, sampah plastik yang berserakan yang bikin tidak sedap dipandang.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kondisi area dalam Alun-alun Kota Probolinggo, memang telah revitalisasi. Akan tetapi, perbaikan itu tak diikuti dengan perawatan yang maksimal. Kini, kondisi alun-alun tersebut cenderung kotor dan kurang terawat.

Pasalnya, sejumlah sampah plastik berserakan ditiap sudut, rumput mulai kering dan beberapa fasilitas pendukung mengalami rusak hingga hilang.

Baca Juga : Beri Stimulus UMKM, Pemkot Menyalurkan Bantuan untuk Pedagang Pasar Tugu

Dari pantauan tadatodays.com pada pada Minggu (13/6/2021) siang, sampah tampak berserakan. tak hanya itu, rumput alun-alun juga mengering dan menambah suasana gersang di dalam alun-alun.

Baca Juga : Beri Stimulus UMKM, Pemkot Salurkan Bantuan untuk Pedagang Pasar Tugu

Kabid Konservasi dan Pertamanan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, Neli, mengatakan bahwa soal rumput kering itu masih tanggung jawab rekanan dari CV Binar Aulia Sari.

Sementara terkait sampah, pihaknya telah meletakkan tempat sampah untuk plastik atau makanan. "Petugas DLH sudah sering membersihkan sampai di dalam alun-alun,” kata Neli. Lalu, soal ketertiban, Neli menyebut bahwa hal itu menjadi tanggung jawab Satpol PP.

Neli menerangkan, sementara ini, DLH hanya memiliki kewenangan kebersihan alun-alun. Meskipun, kewenangan dari rekanan ke Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan, dan Permukiman (PUPR-Perkim) belum diserahkan ke DLH.

Dikonfirmasi terpisah, Kontaktor Pelaksana, Kurnia mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pemeliharaan taman alun-alun. Hanya saja, ada beberapa kendala yang terjadi kala itu. Yakni kelistrikan yang belum menyala. "Saat penyiraman rumput, tertunda," kata Kurnia.

Sementara, saat Kurnia berkoordinasi dengan DLH, truk milik DLH tak dapat masuk di alun-alun. Ia juga telah berusaha berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan setempat. "Akhirnya saklar bisa dihidupkan dan dapat menyiram," ujarnya.

Kurnia memastikan dan menjamin bahwa, jenis rumput dan bunga di bagian tengah kondisinya masih hidup, meskipun kering. Kendati demikian, ia sudah melakukan penyemprotan terhadap gulma. "Itu menunggu waktu untuk bisa dilakukan pemotongan," katanya.

Ia, juga membuktikan keberhasilan tanaman rumput gajah mini yang mulai nampak hijau. Ia juga memastikan, pihaknya akan terus melakukan pemeliharaan sampai bulan Desember 2021.

Meski DLH dan kontraktor mengklaim telah melakukan perawatan, namun tetap saja kondisi di dalam alun-alun bikin pengunjung tidak nyaman.

Seperti yang diungkapkan oleh Subowo, 48, warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Saat ditemui tadatodays.com di alun-alun bersama keluarganya, ia menyayangkan kondisi alun-alun yang kotor. Saat itu, ia terpaksa berpindah tempat karena dekat dengan sampah.

Ia berharap agar masyarakat dapat menjaga kebersihan alun-alun. "Karena ini berhubungan dengan kecintaan di Kota Probolinggo," tuturnya. (ang/don)