Tambahan 3 Ribu Ton Pupuk Subsidi Masuk Jember, 30 Persen dari Jatah Jatim

Dwi Sugesti Megamuslimah
Monday, 02 Feb 2026 18:00 WIB

PUPUK: Stok pupuk di Gudang pupuk Indonesia. (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)
JEMBER, TADATODAYS.COM - Persoalan kelangkaan pupuk subsidi di Jember mulai mendapat penyangga. Ini setelah tambahan pasokan sebesar 3.000 ton dialokasikan untuk kebutuhan petani di wilayah ini.
Pemerintah Kabupaten Jember bersama perangkat teknis pertanian memperkuat pengawasan distribusi untuk memastikan tambahan stok tersebut tersalurkan tepat sasaran ke petani. Langkah ini diambil seiring upaya menjaga stabilitas pasokan pupuk menjelang musim tanam.
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Jember memastikan distribusi pupuk subsidi terus dipantau melalui koordinasi intensif dengan Penyalur Pupuk Tingkat Sementara (PPTS) dan Pelaku Usaha Distribusi (PUD).
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Penyuluhan Dinas TPHP Jember, Muhammad Kosim, mengatakan koordinasi rutin dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi di lapangan. “Minggu kemarin kita melakukan pembinaan terhadap seluruh PPTS bersama distributor. Hari ini kita lanjutkan lagi untuk menyikapi dinamika supaya proses pendistribusian pupuk benar-benar klir,” ujarnya, Selasa (2/2/2026) sore.
Tambahan stok pupuk berasal dari bantuan Pupuk Indonesia sebesar 10.000 ton untuk wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, Jawa Timur mendapatkan 8.000 ton. Dari kuota Jawa Timur itu, sebanyak 3.000 ton atau sekitar 30 persen dialokasikan untuk Jember.
Tambahan ini diharapkan bisa menutup kekurangan stok yang sempat terjadi di awal tahun sekaligus menjaga ketersediaan pupuk bagi petani selama masa tanam.

Selain penguatan stok, pengawasan distribusi juga diperketat. Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) diminta aktif mengawal proses distribusi hingga tingkat kelompok tani.
Tim verifikasi dan validasi (verval) juga disiapkan untuk memastikan penebusan pupuk sesuai Nomor Induk Kependudukan (NIK) dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Di sisi lain, potensi gangguan distribusi dinilai tidak hanya berasal dari keterbatasan stok, tetapi juga perilaku panik buying di tingkat petani. “Secara sistem pupuk tidak akan gagal. Tapi ketika pemberitaan ramai, kadang memicu panik buying. Ada petani yang menebus untuk kebutuhan satu tahun sekaligus dalam satu musim. Ini yang harus dijaga,” kata Kosim.
Pemutakhiran data RDKK terus dilakukan untuk menjaga akurasi penerima pupuk subsidi. Pembaruan terakhir dilakukan pada 12–20 Januari melalui sistem Kementerian Pertanian dan akan dibuka kembali dalam tiga hingga empat bulan mendatang.
Sementara itu, Pelaku Usaha Distribusi (PUD) pupuk Kecamatan Wuluhan, Luthfi Yazid, memastikan distribusi pupuk saat ini mulai kembali normal setelah sempat terjadi keterlambatan pasokan dari pusat ke gudang Jember. “Sekarang sudah mulai lancar kembali. Mudah-mudahan ke depan makin stabil dan stok pupuk di Jember tetap aman,” ujarnya.
Pengawasan terhadap jaringan penyalur juga dilakukan melalui pembinaan rutin setiap bulan untuk memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan sesuai aturan. (dsm/why)


Share to
 (lp).jpg)
