Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-09 22:15:06

Tuding Paripurna AKD Cacat Proses, Fraksi PKB-Golkar DPRD Probolinggo Walk Out

MEMANAS: Suasana paripurna pembahasan perubahan AKD yang digelar DPRD Kabupaten Probolinggo memanas. Dua fraksi yakni PKB dan Golkar keluar dari ruang sidang dan memutuskan tak mengikuti proses tersebut.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Rapat paripurna perubahan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kabupaten Probolinggo, Sabtu (9/4/2022) memanas. Fraksi PKB dan Partai Golkar walk out (WO) karena tak mendapat jatah AKD. Kedua fraksi juga menuding paripurna tersebut cacat proses dan administrasi.

Dalam komposisi terbaru, memang tak ada nama-nama anggota Fraksi PKB dan Golkar (selengkapnya lihat grafis, Red). Seluruh kursi AKD dikuasai anggota Fraksi Partai Nasdem, Gerindra, PPP, dan PDIP. Nasdem menjadi fraksi yang mendapat jatah AKD paling banyak, yakni 6 kursi; Gerindra 4 kursi; PPP 3 kursi; dan PDIP 3 kursi.

Baca Juga : DPRD Kabupaten Probolinggo; Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H

Tentu saja, hal ini membuat kedua fraksi tersebut meradang. Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Partai Golkar Oka Mahendra Jati Kusuma mengatakan sebelum paripurna digelar, fraksinya bersurat pada pimpinan DPRD dan sekwan. Isinya, meminta penjelasan mengenai komposisi masing-masing fraksi.

Baca Juga : Bahas LKPj Bupati Probolinggo, DPRD Membentuk 4 Pansus

Namun hingga rapat dimulai, pihaknya belum menerima surat balasan tersebut. “Padahal, kami juga sudah menyiapkan komposisinya,” katanya. Usulan penggabungan PKB dan Hanura dalam satu fraksi di DPRD pun batal. Padahal, saat paripurna pembahasan AKD, Rabu (7/4/2022) telah diumumkan penggabungan fraksi.

Sejak awal, rapat pembahasan AKD tersebut memang alot. Paripurna sebelumnya yang diwarnai insiden ambruknya Ketua Fraksi Partai Nasdem akibat kelelahan, juga ditunda. Saat pariprna dilanjutkan Sabtu, juga belum menemui titik temu. Meski PKB dan Gokar WO, fraksi lainnya menghendaki paripurna dilanjut setelah buka puasa.

Ketua DPRD setempat Andi Suryanto membantah pernyataan Oka. Ia menyebut jika proses paripurna perubahan AKD sudah sesuai prosedur dan disepakati mayoritas anggota DPRD.

“Kami sudah memberikan kesempatan pada semua fraksi. Kalaupun ada yang WO, itu bagian dari dinamika politik,” jelasnya. Andi –sapaan akrabnya- juga masih yakin jika PKB dan Golkar tetap bisa bekerjaama di parlemen. (zr/sp)