Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-10-14 20:06:17

Tumpukan Sampah di Sungai Bedadung Jember Bikin Air PDAM Keruh

KOTOR: Kondisi sungai Bedadung yang dipenuhi sampah berdampak pada kualitas air dan seringkali terjadi banjir saat musim hujan.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Kebiasan masyarakat membuang sampah sembarangan di aliran sungai bedadung Jember, menyebabkan air PDAM Jember keruh. Hal ini dikeluhkan warga yang terganggu dengan rendahnya kualitas air PDAM.

Salah seorang warga Perumahan Villa Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, bernama Bambang mengatakan, kondisi tersebut telah berlangsung sejak sejal lama. Menurutnya, masyarakat yang membuang sampah sembarangan ke aliran sungai harus ditindak tegas.

Baca Juga : Kenalkan Wisata Desa, Warga Jubung Jember Gelar Upacara Kemerdekaan di Bantaran Sungai

“Yang membuang sampah itu bisa ditindak, agar aliran sungai ini bersih dari sampah. Serta membuat air menjadi keruh,” ujarnya pada tadatodays.com, Rabu (14/10/2020).

Pasalnya, selain mempengaruhi kualitas air, saat musim hujan tumpukan sampah itu juga menyebabkan banjir. Bambang menyebut, alat filter PDAM yang terletak tidak jauh dari rumahnya juga sering rusak akibat sampah tersebut.

Sebelumnya sempat dilakukan pengerukan sampah dengan menggunakan eskavator oleh Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) setempat. Namun, sampah kembali menumpuk. Padahal, sudah ada papan larangan.

"Mungkin untuk menangani sampah ini, harus ada koordinasi bersama antara masyarakat dan pemerintah daerah, kalau tidak begitu, mau dibersihkan berapa kali pun akan tetap sama kondisi itu," Ulasnya.

Dikonfirmasi terpisah, kepala PDAM Jember Ady Setiawan membenarkan hal tersebut. Bahkan, bukan hanya warga Villa Tegal Besar tetapi juga warga Jember yang dekat aliran sungai d iwilayah lainya.

Pihaknya mangaku sudah melakukan langkah-langkah preventif, dengan cara pengerukan sampah sungai menggunakan alata berat. Kemudian melakukan perawatan berkala terhadap filter di aliran sungai, dan menggiatkan sosialisasi.

“Tapi masih banyak yang melanggar,” katanya. Menurutnya kesadaran masyarakat masih rendah. Oleh karena itu, saat ini pihaknya sedang membuat strategi baru pengendalian sampah sungai berkerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ataupun Dinas BM-SDA.

“Hasil koordinasi kami dengan DLH dan Dinas Bina Marga, untuk dimungkinkan ada lokasi khusus pembuangan sampah yang tepat. Kalau perlu nanti dari CSR kita,” pungkasnya. (as/sp)