Usai Pedagang dan Jagal Sapi Mogok, Harga Daging Sapi di Pasuruan Tembus Rp 140 Ribu per Kg

Amal Taufik
Tuesday, 07 Apr 2026 14:46 WIB

DAGING: Pedagang daging di Kota Pasuruan.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Para pedagang daging di Kota Pasuruan kembali berjualan setelah sempat mogok massal pekan lalu. Kesepakatan antar pedagang sementara ini, adalah menaikkan harga di pasar.
Ketua Paguyuban Pedagang dan Jagal Sapi Kota Pasuruan, Muhammad Syaifulloh mengungkapkan, para pedagang sapi mulai berjualan sejak Minggu (5/4/2026). "Kesepakatannya kami pedagang daging menaikkan harga Rp5 ribu per kg. Alhamdulillah, konsumen mendukung. Jadi sementara sekarang itu," kata Syaifulloh, Selasa (7/4/2026).
Namun begitu, menurut Syaifulloh, bukan berarti persoalan selesai. Ia tetap meminta pemerintah melakukan intervensi terhadap permasalahan yang dihadapi pedagang daging.
Syaifulloh menyebut, harga sapi siap potong mahal. Kenaikannya cukup signifikan dan sangat berdampak pada pedagang seperti dirinya. Ia, misalnya, dulu sehari bisa memotong 5 ekor sapi, sekarang 2-3 ekor.
"Harganya naiknya lumayan. Belum lagi soal dugaan daging gelonggongan yang beredar. Itu yang harusnya diintervensi pemerintah. Kalau tetap tidak ada intervensi dan solusi, akan ada aksi yang lebih besar," ujar Syaifulloh.


Sementara itu di lapangan, harga daging sapi sudah naik di angka Rp 130 ribu hingga Rp 140 ribu per kg. Sejumlah pedagang mengaku kenaikan harga langsung berdampak pada volume penjualan.
Asiqoh Sufi (42), pedagang daging di kawasan Bangilan, menyebut daya beli masyarakat mulai terasa menurun. “Sekarang paling hanya habis sekitar satu ekor per hari. Biasanya bisa lebih dari itu,” katanya.
Hal serupa disampaikan Yuro (48), pedagang di Pasar Gadingrejo. Ia mengaku harus mengurangi jumlah dagangan karena khawatir tidak terserap pasar. “Biasanya bisa jual sampai 50 kilogram, sekarang paling sekitar 30 kilogram saja,” ujarnya.
Para pedagang berharap kondisi ini tidak berlangsung lama. Stabilitas harga dinilai penting agar daya beli masyarakat kembali pulih dan aktivitas perdagangan daging di Kota Pasuruan bisa berjalan normal seperti sebelumnya. (pik/why)



Share to
 (lp).jpg)


