Pedagang Daging Mogok Masal, Dewan Minta Pemkot Segera Intervensi

Amal Taufik
Friday, 03 Apr 2026 20:18 WIB

DEWAN: Ketua Komisi II, Bahrudien Akbar saat ditemui di komplek RPH Kota Pasuruan.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Aksi mogok pedagang dan jagal sapi di RPH Blandongan, Kota Pasuruan, mendapat perhatian dari DPRD setempat. Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Bahrudien Akbar menyebut kondisi ini dipicu persoalan utama berupa kelangkaan sapi di pasaran yang berimbas pada lonjakan harga.
Menurutnya, stok sapi saat ini memang terbatas, sementara permintaan pasar tetap tinggi. Kondisi itu membuat harga kulakan semakin mahal dan sulit dijangkau pedagang lokal.
“Memang ada faktor kelangkaan. Stok sapi terbatas, sementara kebutuhan tetap tinggi. Ini yang membuat harga di tingkat pedagang ikut naik,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Ia menjelaskan, pedagang di Kota Pasuruan juga harus bersaing dengan pembeli dari luar daerah yang berani mengambil sapi dengan harga lebih tinggi. Akibatnya, pasokan di tingkat lokal semakin tertekan.
“Di luar daerah ada yang berani membeli lebih mahal. Otomatis pedagang di sini kalah bersaing dalam mendapatkan stok,” katanya.


Di tengah kondisi tersebut, Bahrudien juga menyinggung masih adanya dugaan peredaran daging yang tidak sesuai standar, termasuk yang kerap disebut sebagai daging gelonggongan. Namun, ia menegaskan hal itu bukan satu-satunya faktor utama. “Memang ada dugaan praktik seperti itu di lapangan, tapi persoalan utamanya tetap pada kelangkaan sapi dan tingginya harga,” jelasnya.
Ia menambahkan, situasi ini sudah berlangsung cukup lama dan menjadi beban bagi pedagang. Banyak di antara mereka tetap berjualan meski margin keuntungan semakin tipis. “Mereka tetap jalan meski kondisi tidak ideal. Ini yang harus segera dicarikan solusi,” imbuhnya.
Sebagai langkah awal, Komisi II DPRD Kota Pasuruan akan memanggil sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk membahas persoalan tersebut secara menyeluruh.
Pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna mencari jalan keluar terkait ketersediaan sapi di pasaran. “Kami ingin ada langkah konkret dalam waktu dekat, terutama untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga daging di Kota Pasuruan,” katanya. (pik/why)



Share to
 (lp).jpg)



