Pemkot Pasuruan Masih Telusuri Penyebab Kelangkaan Sapi dan Lonjakan Harga yang Bikin Pedagang Mogok

Amal Taufik
Friday, 03 Apr 2026 20:20 WIB

Suasana RPH Kota Pasuruan.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Pemkot Pasuruan masih menelusuri penyebab kelangkaan sapi yang berdampak pada melonjaknya hadi pasaran. Kondisi ini juga berimbas pada aksi mogok pedagang dan jagal sapi di RPH Blandongan dalam dua hari terakhir.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, Mualif Arief, membenarkan adanya penghentian sementara aktivitas penyembelihan oleh para pelaku usaha daging. Menurutnya, informasi tersebut sudah diterima sejak kemarin.
“Iya, kami dapat laporan memang kemarin tidak ada penyembelihan. Kemungkinan hari ini masih berlanjut karena mereka melakukan aksi mogok,” ujarnya saat dihubungi tadatodays, Jumat (3/4/2026).
Mualif menyebut, salah satu penyebab utama kondisi ini adalah tingginya harga sapi di tingkat pasokan. Sementara itu, untuk komoditas ternak lain seperti kambing justru tidak mengalami kenaikan signifikan. “Memang harga sapi saat ini tinggi. Kalau kambing justru relatif masih murah,” katanya.


Terkait isu peredaran daging gelonggongan, Mualif menyebut pengawasan sebenarnya telah dilakukan bersama pihak terkait, termasuk kepolisian. Namun, ia menegaskan bahwa penanganan hukum menjadi kewenangan aparat penegak hukum. “Pengawasan ada, baik dari dinas maupun kepolisian. Tapi untuk penindakan memang ranahnya aparat penegak hukum,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, untuk memastikan daging termasuk kategori gelonggongan atau tidak, diperlukan uji laboratorium. Penilaian tidak bisa hanya dilakukan berdasarkan pengamatan fisik semata. “Secara kasat mata memang ada ciri-ciri, tapi untuk memastikan harus melalui uji laboratorium. Tidak bisa langsung dipastikan di lapangan,” jelasnya.
Pemkot Pasuruan, lanjut Mualif, masih terus memantau perkembangan di lapangan sembari menelusuri faktor-faktor yang memicu gejolak di sektor perdagangan daging sapi. “Kami masih terus melakukan pemantauan dan penelusuran. Harapannya kondisi ini bisa segera menemukan titik solusi,” katanya. (pik/why)



Share to
 (lp).jpg)



