Febri Wiantono


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-06 21:16:43

ADPI Jawa Timur Beber Penyebab Petani Sulit Dapatkan Pupuk Subsidi

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Pengurus Asosiasi Distributor Pupuk Indonesia (ADPI) Jawa Timur, Suprapto, membeber penyebab kesulitan petani mendapatkan pupuk subsidi. menurutnya, hal itu dikarenakan data yang terdaftar di elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) kebanyakan masih kurang tepat.

Pria berkumis itu menyampaikan, petani yang terdaftar di e-RDKK itu sudah banyak yang tidak memerlukan pupuk. Sedangkan petani yang memerlukan pupuk tidak terdaftar di e-RDKK. “Banyak yang masih tidak tercatat," katanya, saat dikonfirmasi melalui via telepon pada Selasa (6/4/2021).

Baca Juga : Tiga Petani Tersambar Petir, Satu Tewas, Satu Alami Gangguan Pendengaran

Menurutnya, tidak sedikit ditemukan petani yang sudah terdaftar di e-RDKK, namun identitasnya tidak sesuai antara KTP dengan nomor KK. “Sehingga tertolak oleh sistem,” ujarnya.

Baca Juga : Harga Pupuk Subsidi Meroket, Gabah Anjlok

Suprapto menjelaskan, sistem dalam e-RDKK sudah mengatur sesuai dengan entri e-RDKK yang dilakukan oleh seluruh distributor saat menerima data dari dinas pertanian masing-masing daerah. Menurutnya, e-RDKK sebagai alat dasar penyaluran pupuk kepada petani dan kelompok tani. Jika data penerima sudah tidak sama, maka petani akan kesulitan mendapatkan pupuk subsidi.

Ketidaksamaan data tersebut, lanjutnya, terjadi pada musim tanam pertama bulan Januari sampai masa panen. “Sehingga banyak petani kesulitan mendapatkan pupuk,” ujarnya.

Selain itu, dampak lain ketika data petani sudah tidak sesuai dengan yang ada di e-RDKK, para distributor juga kesulitan saat penyaluran ke kios-kios.

Pihaknya berharap kepada dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pertanian di seluruh Jawa Timur, agar segera melakukan pembenahan data penerima pupuk subsidi yang terdaftar di e-RDKK. Sebab jika tidak segera dilakukan pembetulan, maka bukan hanya tahun ini saja petani akan kesulitan pupuk. “Selamanya akan kesulitan," tuturnya. (peb/don)