Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-04 18:30:19

Antrean BBM Solar Masih Terjadi

BBM: Antrean panjang terlihat di pengisian BBM di SPBU Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Senin (4/4/20220) siang. Kondisi itu menghambat aktivitas truk pengangkut material.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Antrean pembeli BBM jenis solar masih terlihat di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Probolinggo. Seperti yang terpantau di SPBU Semampir, Kecamatan Kraksaan, Senin (4/4/2022) siang.

Dari pantauan tadatodays.com, di SPBU tersebut, beberapa kendaraan truk dan mobil berbahan bakar solar terlihat mengantre untuk mendapatkan solar. Tak hanya antrean di pompa solar. Pengendara motor yang mengisi BBM jenis Pertalite juga terlihat mengantre di pompa sebelah selatan.

Baca Juga : Mobil Carry Bermuatan Jeriken BBM Terbakar, Pengemudi Selamat

Jono, 45, salah seorang sopir truk yang mengantre di SPBU tersebut mengatakan, dirinya hendak kembali ke Pasuruan setelah melakukan pengiriman barang ke Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo. Ia mengaku tetap menunggu meski lama mengantre, mengingat ketersediaan solar langka.

Baca Juga : Dilarang Pakai Jeriken, Begini Cara Penjual BBM Eceran saat “Kulakan” di SPBU

Jika ia memilih mengisi di SPBU lain, ia khawatir di SPBU lainnya justru tidak kebagian solar. Apalagi saat ini sisa solar di tangkinya truknya sudah mulai menipis. Jika diprediksi, solar truknya hanya mampu mencapai jarak sampai batas Kota Probolinggo saja. "Mau tidak mau ya mengisi di sini, mas," katanya.

Antrean tersebut juga dikeluhkan oleh sopir truk pengangkut material, Wahid, 32, warga Desa Sogaan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Ia mengatakan kalau setiap harinya harus antre seperti ini, maka material yang akan ia kirim ke tempat tujuan bisa telatnya pengirimannya.

Contohnya saja, ketika hendak mengirim material dari Pakuniran menuju Klaseman itu biasanya bisa tiga kali dalam sehari. Kini, karena masih harus antre di SPBU maka dirinya hanya bisa dua kali pengiriman. "Karena waktu (habis) untuk mengantre," katanya.

Sementara itu, Manajer SPBU Semampir, Sajjad saat dikonfirmasi melalu panggilan seluler tidak merespons. Pesan singkat melalui WhatsApp juga tak kunjung dibalas. (zr/don)