Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-03 20:35:24

Banjir Bikin Tanah Pembatas Sungai dengan Jalan Berlubang

MENGANGA: Lubang sedalam 4 meter itu membuat air sungai di Desa Sindetlami, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, mengucur deras ke lubang tersebut. Beruntung, lubang itu tidak sampai berdampak amblesnya badan jalan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Hujan yang mengguyur Kabupaten Probolinggo pada Rabu (2/3/2022) sore, membuat air di sejumlah sungai meluap dan membanjiri permukiman. Tak hanya banjir. Hujan itu juga mengakibatkan tanah pembatas antara sungai dan badan jalan di Desa Sindetlami, Kecamatan Besuk, berlubang dengan diameter 16 meter dan dalam sekitar 4 meter.

Beruntung, lubang itu tidak sampai menyebabkan amblesnya badan jalan penghubung antara Desa Sindetlami dengan Desa Glagah, Kecamatan Pakuniran.

Baca Juga : Terjebak Macet Panjang, Sopir Mengeluh

Kepala Unit Pengelola Tugas (UPT) Pengelola Jalan Sumber Daya Air (PJSDA) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Probolinggo, Ahmad mulyono membenarkan adanya lubang tersebut.

Baca Juga : Jalan Gending Banjir, Banyak Motor Mogok, Macet Panjang Pula

Pihaknya juga sudah memasang rambu sementara agar warga tidak sampai melintasi di pinggiran lubang tersebut. Ia juga memastikan kalau lubang itu tidak akan sampai membuat aspal jalan ambles. "Jalannya cukup tebal, jadi insyaAllah tidak (ambles)," terang pejabat yang karib disapa Mulyono itu, Kamis (3/3/2022).

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BPDB setenpat untuk dilakukan penanganan secepat mungkin. Seperti halnya pemasangan sandbag terlebih dulu, sebelum dilakukan perbaikan secara permanen.

Mulyono memastikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Provinsi Jawa Timur. Karena sungai yang menyebabkan lubang tersebut merupakan wewenang dari Provinsi Jawa Timur. "Untuk sementara akan ditangani BPBD dulu," katanya.

Mulyono menambahkan, hujan pada Rabu (2/3) menyebabkan tiga sungai jebol. Pertama, sungai di Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending; sungai di Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih; dan sungai di Desa Sindetlami, Kecamatan Besuk. "Ketiga sungai itu akan segera dilakukan penanganan cepat," ujarnya. (zr/don)