Banjir di Pasuruan, Tanggul Jebol di Gondangwetan, Ribuan KK Terdampak di Winongan dan Bangil

Amal Taufik
Amal Taufik

Tuesday, 03 Mar 2026 08:26 WIB

Banjir di Pasuruan, Tanggul Jebol di Gondangwetan, Ribuan KK Terdampak di Winongan dan Bangil

BANJIR: Banjir di wilayah Gondangwetan.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Banjir melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Senin (2/3/2026) malam. Di Kecamatan Gondangwetan, sejumlah tanggul jebol dan satu rumah warga rusak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan, desa yang terdampak di Gondangwetan antara lain, Desa Sekarputih, Desa Ranggeh, Desa Pekangkungan, serta Kelurahan Gondangwetan.

Sugeng menyebut, banjir terjadi sekitar pukul 18.40 WIB menyebabkan debit air meningkat hingga tanggul jebol di sejumlah titik. “Tanggul jebol di beberapa dusun sehingga air meluap dan masuk ke permukiman warga,” ujar Sugeng,

Di Desa Sekarputih, banjir merendam Dusun Trewung yang dihuni sekitar 70 kepala keluarga (KK) dan Dusun Bendo dengan kurang lebih 185 KK terdampak. Selain itu, tanggul dilaporkan jebol di 11 titik yang tersebar di Dusun Trewung, Bendo, Krajan, dan Pesanggrahan.

Di Desa Ranggeh, banjir menggenangi wilayah Dusun Ranggeh Utara, tepatnya di RT 1, RT 2, dan RT 3 RW 2. Sementara di Kelurahan Gondangwetan, sedikitnya 14 KK di Dusun Jajar Tengah turut terdampak. Pendataan juga masih dilakukan di Desa Pekangkungan. Ketinggian air di wilayah Gondangwetan bervariasi antara 50 centimeter hingga satu meter atau setinggi dada orang dewasa.

BANJIR: Banjir di salah satu titik di Kecamatan Winongan.

Sugeng menyebut, besok pihaknya akan melakukan identifikasi tanggul yang jebol. "Besok kita identifikasi. Petugas bersama warga melakukan evakuasi dan kerja bakti membersihkan sumbatan di jembatan agar aliran air kembali lancar,” kata Sugeng.

Khoiron, staf Kecamatan Gondangwetan menambahkan, selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan satu rumah di Dusun Trewung rusak. "Empat warga penghuni rumah terpaksa dievakuasi ke rumah warga sekitar," ujarnya.

Berikutnya, banjir juga terjadi di Kecamatan Winongan dan Bangil. BPBD Kabupaten Pasuruan mencatat genangan air bervariasi antara 10 centimeter hingga 1 meter.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan luapan air dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu sejak sore hari. “Air meluap dan menggenangi permukiman warga di beberapa desa. Petugas masih melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan,” ujar Sugeng.

Berdasar data per pukul 20.30 WIB, di Kecamatan Winongan, genangan terparah terjadi di Desa Prodo, tepatnya di Dusun Jetis dengan ketinggian air mencapai 70 hingga 100 centimeter dan berdampak pada sekitar 150 kepala keluarga (KK).

Sementara di Desa Bandaran, banjir merendam lima dusun. Di Dusun Bandaran Kidul ketinggian air 30–40 cm (65 KK), Bandaran Lor 40–50 cm (60 KK), Mayangbang 40–50 cm (75 KK), Karang Tanjung 80–100 cm (27 KK), serta Gambiran dengan kisaran 40–50 cm.

Di Desa Winongan Kidul, genangan juga merata. Dusun Serambi terdampak 99 KK dengan ketinggian 30–45 cm. Disusul Kebondalem 20–30 cm (51 KK), Diunan 30–40 cm (25 KK), Cokropaten 20–30 cm (41 KK), serta Pandean 30–40 cm (25 KK).

Kondisi serupa terjadi di Desa Winongan Lor. Dusun Karangsono dan Tok Wiro masing-masing terdampak sekitar 100 KK dengan ketinggian air 40–50 cm dan 20–30 cm. Di Dusun Panci’an genangan 10–20 cm (30 KK), serta Jungalang 20–40 cm (30 KK).

Di Desa Menyarik, genangan relatif lebih rendah, berkisar 10–15 cm yang merendam Dusun Menyarik Kulon, Brintik Lor, dan Kluwes, masing-masing sekitar 15 KK.

Selain Winongan, banjir juga melanda Kecamatan Bangil. Di Desa Tambakan, Dusun Tambakan terendam setinggi 50–60 cm dan berdampak pada 255 KK.

Sementara di Kelurahan Kalianyar, genangan terjadi di tiga lingkungan. Lingkungan Kalianyar terendam 20–30 cm (386 KK), Lingkungan Bandaran 30–40 cm (453 KK), serta Lingkungan Satak sekitar 30 cm (237 KK).

Sugeng menyebut, hingga malam hari air masih menggenangi sejumlah titik dan petugas gabungan terus melakukan pemantauan. “Kami mengimbau warga tetap waspada, terutama jika hujan kembali turun. BPBD bersama unsur terkait siaga untuk penanganan lanjutan,” tegasnya. (pik/why)


Share to