Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-01-07 16:57:56

Banyak Sampah di Drainase, Pasar Baru Probolinggo Tergenang

BELUM TERATASI: Pemilik toko di Jalan Cut Nyak Dien di barat Pasar Baru Kota Probolinggo harus meninggikan bangunan sisi depan, agar genangan air tak sampai masuk.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Genangan air yang cukup tinggi di kawasan Pasar Baru Kota Probolinggo masih belum teratasi, saban turun hujan. Seperti yang terjadi pada Kamis (7/1/2021), dimana kawasan Pasar Baru tergenang setelah hujan mengguyur selama dua jam.

Dari pantauan tadatodays.com, tingginya genangan itu disebabkan tak cukupnya drainase menampung debit air hujan. Terlebih, di saluran air tersebut dipenuhi sampah sehingga menghambat laju air hujan.

Baca Juga : Banjir di Jember Meluas, BPBD Jatim Bergerak

Seperti, di sisi barat Pasar Baru atau di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Tak hanya menggenangi jalan tersebut, tingginya air juga sampai ke bibir jalan utama di utara Pasar Baru.

Baca Juga : Pembersihan Material Banjir Bandang Jember masih Berlangsung

Juru Parkir di kawasan Pasar Baru, Saiful Putra, 26, warga Desa Peisisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo mengatakan, hujan mulai mengguyur sekitar pukul 13.30-15.30 WIB. Ia mengatakan, tinggi air saat itu sekitar 15 Centimeter. “Kalau deras bisa masuk toko," ujarnya.

Sementara, Tedja Wirardy S, 75, warga Keluruhan Kebonsari Kulon yang tak lain pemilik Toko Jamu di Jl. Cut Nyak Dien mengatakan, ia sudah tinggal di Jl. Cut Nyak Dien sejak tahun 1971. Menurutnya, banjir ini terjadi sejak berdirinya tempat penampungan sementara (TPS) pedagang, pasca dimulainya proyek relokasi Pasar Baru.

Tedja menyampaikan, sekitar tahun 2004 sampai 2014, pengelolaan sampah di Pasar baru masih dilakukan. “Sehingga sampah tidak sampai menghambat air di drainase,” katanya.

Namun, kini ia dan pemilik toko lainnya di Jl Cut Nyak Dien harus meninggikan bangunan bagian depan sekitar 30 centimeter untuk mengantisipasi air masuk."Sampahnya menyumbat, kalau dulu tidak seperti ini," paparnya saat memantau kondisi air di depan tokonya.

Tadatodays.com sudah mengonfirmasi Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Permukiman (PUPR-Perkim) Kota Probolinggo, Andung Tjahyono. Namun, hingga Kamis sekitar pukul 16.45 WIB Andung belum merespon. (ang/don)