Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-05-13 18:36:06

Buru Rekan Pelaku Pembunuhan di Kebun Kopi

BURU REKANNYA: Ahmadi alias Pendik, tidak sendirian saat melakukan aksi begal motor berujung pembunuhan terhadap Neman, warga Tiris, Kabupaten Probolinggo. Kini, Polres Probolinggo memburu satu orang rekan Pendik yang terlibat tindak kriminal tersebut.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pelaku pembunuhan Neman, 54, petani kopi asal Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, sudah ditangkap. Dia adalah Ahmadi alias Pendik, 38, warga Dusun Kedunglier, Desa Jambesari, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember. Ahmadi nekat membunuh Neman karena melawan saat motornya hendak dibegal. Namun, Ahmadi tidak seorang diri melancarkan aksi kejahatan tersebut.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, saat melakukan aksinya, Ahmadi bersama seorang temannya yang berinisial S. Kala itu Sabtu (23/4/2022) pukul 09.20 WIB keduanya berboncengan untuk melancarkan aksi begal motor. Sasarannya adalah Neman yang berpapasan di jalan masuk Dusun Segaranduwes, Desa Andungsari, Kecamatan Tiris. Lokasi tepatnya di kebun kopi milik Neman. 

Baca Juga : Pelaku Pembunuhan di Kebun Kopi Tiris Ternyata Begal Motor

Namun, saat dibegal, korban ternyata melakukan perlawanan. Akhirnya kedua pelaku gagal membawa motor korban. Terlebih saat itu Ahmadi terluka parah di bagian dahi gegara perlawanan korban. Tetapi, dalam kejadian itu, Ahmadi membunuh korban.

Baca Juga : Pelaku Pembacokan di Tiris Berhasil Ditangkap

Usai pembunuhan itu, kedua pelaku lantas melarikan diri ke arah selatan, ke daerah Kabupaten Jember. Dari olah TKP dan pemeriksaan saksi pihak kepolisian berhasil mengamankan Ahmadi, salah satu dari kedua pelaku tersebut pada Selasa (10/5/2022) malam.

"Untuk S masih kita lakukan pengejaran," terang AKBP Arsya saat merilis kasus tersebut di markas Polres Probolinggo, Jumat (13/5/2022).

Menurut AKBP Arsya, kedua pelaku merupakan komplotan para begal. "Kami akan terus melakukan pendalaman hingga kasus ini tuntas," ucapnya.

Sedangkan Ahmadi mengatakan kalau setelah melakukan pembunuhan, dirinya dan S berpencar.  Mereka sepakat untuk mengamankan diri masing-masing. "Kami juga sudah tidak komunikasi lagi," akunya. (zr/why)