Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-05-12 11:17:00

Cegah Hepatitis, Dinkes Akan Bina Pedagang Kampus

PEMBINAAN: Jajaran pedagang di kawasan kampus di Jember yang menjadi salah satu sasaran pembinaan demi pencegahan hepatitis akut.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Penyakit hepatitis akut sedang melanda dunia dan diduga telah masuk ke Indonesia. Tiga anak dilaporkan meninggal dunia setelah terinfeksi penyakit misterius ini. Antisipasi penyebaran penyakit ini juga dilakukan di daerah-daerah, termasuk Kabupaten Jember. Salah satunya adalah langkah pembinaan kepada para pedagang di kawasan kampus.

Saat ini Kementerian Kesehatan RI melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap. Selain itu juga melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dari penyakit ini.

Baca Juga : Jelang Lebaran, Dinkes Jember Sidak Toko Pastikan Keamanan Pangan

Sedangkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember mulai bersiap membuat Satgas untuk mengantisipasi adanya penularan hepatitis akut di wilayahnya. Selain itu, penyakit hepatitis memang telah menjadi perhatian setiap tahun di Kabupaten Jember.

Baca Juga : Jember Targetkan 2022 Stunting Turun Jadi 10 Persen

Rita Wahyuningsih selaku Plt Kepala Bidang P2P Dinkes Jember menyatakan sampai saat ini  memang belum ada laporan adanya penyakit hepatitis akut di Jember.  Walau begitu, Dinkes Jember tetap melakukan langkah-langkah antisipasi.

Itu sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Kesehatan nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap penemuan kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya (Acute Hepatitis of Unknown Aetiology). Sebagai wujudnya, Dinkes Jember segera melakukan penyuluhan dan promosi sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini kasus.

"Kami koordinasikan dengan lintas sektoral dan dalam upaya preventif, promotif, penguatan pelaporan dan penanganan dugaan kasus di tingkat puskesmas, klinik dan Rumah Sakit," kata Rita Wahyuningsih saat dikonfirmasi Rabu (11/5/2022).

Menurut Rita, pihaknya mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai upaya persiapan, hingga pembentukan tim satgas. "Terkait tim satgas, kami lakukan pembentukan, namun masih dalam proses," ungkapnya. Berbagai unsur terkait dan lintas sektor akan dikerahkan untuk menyukseskan pembentukan tim satgas ini.

Kemudian, tambah Rita, sarana pelayanan akan disiapkan. Tempat rujukan di faskes juga akan disediakan.

Sebagai bagian dari upaya antisipasi, Dinkes Jember akan melakukan koordinasi dengan lintas OPD untuk pembinaan pedagang dan PKL di kawasan kampus. Terutama menyediakan hand higieny dan melakukan supervisi PKL.  Untuk itu, nantinya akan bekerjasama dengan klinik yang ada di area kampus dalam upaya promotif dan preventif di lingkungan kampus.

"Kami akan lakukan kordinasi dan pembinaan kepada PKL yang ada di daerah kampus sebagai upaya promotif dan preventif," ungkap Rita. 

Diketahui, pada tahun 2019 Pemkab Jember pernah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) untuk penyakit hepatitis A atau peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. Saat itu penyebaran terbanyak pada kasus tersebut terjadi di wilayah kampus yang berada di Kecamatan Sumbersari.

Terkait penyebaran penyakit hepatitis akut ini, kata Rita, penularan dapat terjadi melalui asupan makanan yang lewat mulut atau saluran cerna. "Masyarakat tidak usah panik, namun harus tetap waspada," katanya.

Tentang gejala penyakit ini, menurut Rita, terjadi gangguan pada pencernaan seperti mual, muntah, nyeri perut, diare berat, hingga demam.

Sedangkan gejala lainnya, tambah Rita, dapat diketahui dari air kencing yang berwarna seperti teh.  Mata dan telapak tangan menguning hingga penurunan kesadaran dan kejang. "Jika terjadi gejala seperti itu, disarankan untuk periksa ke faskes terdekat. Kemunculan hepatitis yang dominan menyerang anak di bawah 16 tahun," terang Rita. (bp/why)