Destana di Jember Baru 50 Persen, BPBD Targetkan Tuntas Tahun Ini

Dwi Sugesti Megamuslimah
Sabtu, 17 Jan 2026 16:43 WIB

DESTANA: Pembentukan Destana di Kelurahan Bintoro, Jember. (Foto: Dok. BPBD Jember)
JEMBER, TADATODAYS.COM - Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kabupaten Jember masih belum merata. Dari total 248 desa dan kelurahan, baru sekitar separuh yang telah memiliki organisasi Destana.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan hingga saat ini Destana baru terbentuk di 124 desa dan kelurahan. Meski demikian, BPBD menargetkan pembentukan Destana di seluruh wilayah administrasi Kabupaten Jember dapat dirampungkan tahun ini.
“Sekarang baru sekitar 50 persen. Target kami tahun ini 248 desa dan kelurahan minimal sudah punya organisasi Destana,” kata Edy saat ditemui pada Sabtu (17/01/2026) sore.
Menurutnya, keberadaan Destana sangat penting mengingat Jember merupakan daerah dengan potensi bencana yang cukup lengkap, mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang hingga bencana hidrometeorologi lainnya.

Edy menjelaskan, setelah organisasi Destana terbentuk, BPBD akan melakukan pelatihan kesiapsiagaan dan kedaruratan bencana, khususnya di desa-desa yang masuk wilayah rawan bencana. “Setelah punya organisasi, akan kami latih. Di lokasi-lokasi rawan bencana juga akan kami bantu peralatan agar respons awal bisa cepat,” ujarnya.
Ia menilai, sejumlah Destana yang sudah terbentuk menunjukkan peran cukup aktif saat terjadi bencana. Namun, masih ada pula yang perannya belum optimal dan perlu penguatan. “Ada Destana yang sudah sangat proaktif, begitu ada kejadian langsung bergerak. Tapi ada juga yang masih perlu didorong agar lebih maksimal,” tambahnya.
Ke depan, BPBD Jember akan mengoptimalkan peran Destana sebagai garda terdepan penanganan bencana di tingkat desa. Dengan keterlibatan masyarakat secara langsung, diharapkan deteksi dini, pelaporan, dan penanganan awal bencana dapat dilakukan lebih cepat.
“Kuncinya itu deteksi dini, lapor cepat, dan penanganan cepat. Kalau itu berjalan, penyelamatan jiwa bisa lebih maksimal,” kata Edy. (dsm/why)


Share to
 (lp).jpg)