Longsor di Sukoreno Jember Belum Tertangani Penuh, Akses Kendaraan Roda 4 Masih Terputus

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Wednesday, 21 Jan 2026 18:23 WIB

Longsor di Sukoreno Jember Belum Tertangani Penuh, Akses Kendaraan Roda 4 Masih Terputus

LONGSOR: Tanah longsor yang menutup akses jalan desa di Dusun Jungrang, Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat, Jember.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Penanganan tanah longsor yang menutup akses jalan desa di Dusun Jungrang, Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat, masih berlangsung. Hingga Rabu (21/1/2026) siang, jalur tersebut belum dapat dilalui kendaraan roda empat.

Kepala BPBD Kabupaten Jember Edy Budi Susilo mengatakan kondisi lokasi saat ini terpantau aman dan terkendali. Namun proses pembersihan material longsoran masih membutuhkan waktu. “Saat ini akses kendaraan roda empat masih belum bisa dilalui karena material batu besar belum sepenuhnya dievakuasi,” kata Edy pada Rabu (21/1/2026) sore.

Ia menjelaskan, sejak Selasa (20/1/2026), tim gabungan mulai melakukan pemecahan batu menggunakan alat manual. Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima hari ke depan. “Alat berat dari PUPR sudah disiagakan di lokasi terdekat, namun baru bisa dioperasikan setelah batu besar berhasil dipecah agar tidak merusak badan jalan,” ujarnya.

Untuk menjaga keselamatan warga, petugas telah memasang police line dan melakukan pemantauan rutin di sekitar titik longsor. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah desa, relawan 3/4 Kalisat, serta warga setempat.

BPBD Jember mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. Warga yang tinggal di wilayah rawan longsor diminta berhati-hati dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah.

Hingga saat ini, akses jalan di Dusun Jungrang masih belum bisa dilalui kendaraan roda empat dan warga diminta bersabar hingga proses penanganan selesai.

Tanah longsor ini terjadi pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Kalisat. Longsor mengakibatkan tebing di sepanjang badan jalan desa runtuh.

Material longsoran berupa tanah dan batu besar dengan ukuran sekitar panjang 2 meter, lebar 1,2 meter, dan tinggi mencapai 5 meter menutup sebagian hingga separuh badan jalan desa, sehingga mengganggu akses transportasi dan aktivitas warga. (dsm/why)


Share to