KNKT Ungkap Titik Longsor dan Kerawanan Baru di Jalur Kereta Jelang Nataru

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Friday, 05 Dec 2025 15:43 WIB

KNKT Ungkap Titik Longsor dan Kerawanan Baru di Jalur Kereta Jelang Nataru

RUANG TUNGGU: Suasana ruang tunggu di Stasiun KAI Daop 9 Jember.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menemukan sejumlah titik rawan longsor dan potensi gangguan jalur selama inspeksi keselamatan kereta api dari Jakarta hingga Ketapang. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menegaskan ancaman utama tahun ini bukan hanya kerusakan infrastruktur, tetapi juga cuaca ekstrem yang mulai terjadi di banyak wilayah.

“Soal temuan, pasti ada. Kalau tidak ada, itu justru bohong. Ada titik longsoran, ada kekurangan di beberapa bagian, dan semuanya sudah dilaporkan untuk diperbaiki,” kata Soerjanto pada Jumat (5/12/2025).

Ia menekankan bahwa keberadaan sejumlah direktur PT KAI dalam inspeksi membuat keputusan perbaikan bisa diputus langsung di lapangan. KNKT juga mengevaluasi implementasi rekomendasi lama agar gangguan serupa tidak terulang.

“Hal-hal yang jadi konsen KNKT, terutama rekomendasi kami sebelumnya, sudah kami cek. Sebagian besar sudah dikerjakan,” ujarnya.

Namun Soerjanto menyebut ancaman terbesar ada pada cuaca ekstrem. Ia menyoroti bencana di Sumatera Selatan sebagai indikator perubahan pola hujan. “Curah hujan 150 milimeter biasanya sudah banjir. Ini 400 milimeter dalam tiga hari. Itu pertama kali terjadi di Indonesia,” paparnya.

Kondisi serupa, lanjutnya, dapat terjadi di wilayah selatan Jawa termasuk Jember. Ketika curah hujan melewati kapasitas normal, tanah menjadi jenuh dan memicu longsor yang bisa merusak struktur jembatan, bantalan rel, hingga tebing di sekitar jalur. “Ini harus diwaspadai. Kalau tanah jenuh, rel dan jembatan bisa tidak stabil,” ujarnya.

Setiap Daop diminta memetakan titik rawan dan menyiagakan petugas teknis sepanjang musim hujan. Beberapa lokasi yang sudah teridentifikasi kerawanannya langsung masuk daftar perbaikan cepat.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Bisnis & Pengembangan Usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), Rafli Yandra mengungkapkan, untuk menghadapi tantangan cuaca ekstrem di akhir tahun, Daop 9 Jember menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.

Rafli menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan peremajaan prasarana secara masif, termasuk penggantian 24 unit wesel di delapan titik strategis mulai dari Rambipuji, Tanggul, Jatiroto, Randuagung, Klakah, Leces, Malasan, hingga Probolinggo.

Kewaspadaan ekstra juga diterapkan pada titik-titik rawan bencana hidrometeorologi. Daop 9 telah memetakan tiga titik rawan banjir, yakni dua titik di wilayah Pasuruan dan satu di Banyuwangi.

“Untuk dua titik di Pasuruan (BH 251 dan BH 298), kami telah melakukan peninggian jalur dan perbaikan geometri. Sementara di Banyuwangi (BH 93), pembersihan sedimentasi terus dilakukan agar aliran air lancar. Kami juga bekerja sama intensif dengan BMKG untuk memantau cuaca secara real-time,” tegas Rafli.

Sebagai langkah antisipatif, Daop 9 menerjunkan 19 personel Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) Ekstra yang bersifat insidentil. Petugas ini akan langsung bergerak menyisir rel jika terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi lebih dari satu jam.

“Dengan seluruh persiapan matang dari sisi SDM hingga keandalan sarana dan prasarana, KAI Daop 9 Jember siap mengantarkan pelanggan merayakan Natal dan Tahun Baru dengan selamat, aman, dan nyaman,” kata Rafli. (dsm/why)


Share to