Lailiyah Rahmawati


Wartawan Tadatodays.com | 2021-02-04 15:49:40

DPRD Kabupaten Pasuruan Soroti Lemahnya Penanganan Banjir

PARAH: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi, saat meninjau Dusun Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan (4/2/2021), yang diterjang air bah pada (3/2/2021) kemarin. (foto: dokumen Andri Wahyudi for tadatodays.com)

PASURUAN, TADATODAYS.COM -  Pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan, seirama mengemukakan kritik dan keprihatinanya atas musibah banjir bandang di wilayah Kabupaten Pasuruan, Rabu (3/2/2021) kemarin. Salah satu lokasi banjir terparah adalah Dusun Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Hujan deras dengan waktu lama,  menyebabkan luapan sungai yang melewati Dusun Kepulungan, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, meluap. Air bah pun merusak puluhan rumah warga di sana.

Baca Juga : Pemprov Siapkan Anggaran Rp 150 Juta untuk Perbaikan Tanggul Jebol di Dringu

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan, mengungkapkan keprihatinannya atas musibah tersebut. Mas Dion, sapaan akrabnya, juga menyoroti banyaknya aktifitas tambang di lereng Gunung Penanggungan.

Baca Juga : Buruknya Pengelolaan Sampah Jadi Salah Satu Penyebab Banjir Dringu

Hal itulah yang akan menjadi prioritas legislatif untuk segera membahasnya. Seperti, bagaimana distribusi bantuan untuk warga yang menjadi korban banjir agar benar-benar ditangani dengan baik. "Berikutnyan, pemerintah daerah akan kami minta untuk mengevaluasi secara menyeluruh kegiatan penambangan," kata Mas Dion.

Ia mengungkapkan, adanya aktifitas penambangan di wilayah atas Desa Kepulungan diduga mengakibatkan semakin berkurangnya resapan air di wilayah hulu. Kondisi itu semakin diperparah dengan masih minimnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan sungai.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi mengatakan, semua pihak saat ini perlu duduk berama membahas masalah kerusakan alam di Kabupaten Pasuruan. Mulai dari banjir, kurangnya resapan air, hingga pendangkalan dan pencemaran sungai. "Segera akan kami bahas masalah ini dan kami kawal," kata AW, sapaan akrab Andri Wahyudi pada tadatodays.com.

AW menilai, terjadinya pendangkalan sungai karena kurangnya perhatian dari pihak berwenang. Ia juga menganggap koordinasi Pemkab Pasuruan dengan pemprov dan pemerintah pusat terkait normalisasi sungai, sangat lemah. "Kalau terus seperti ini akan merugikan warga, dong," ujarnya.

Diketahui, banjir di Kabupaten Pasuruan pada Rabu kemarin, terparah terparah terjadi di Dusun Kepulungan, Desa Kepulungan. Ada sekira 6 rumah warga yang kondisinya hancur dan 18 rumah lainnya rusak parah. Para korban saat ini diungsikan di Dusun Kabunan, Desa Kepulungan. (ly/don)