Dua Anggota Arisan Online Laporkan Koordinator ke Polisi, Mengaku Tertipu Jutaan Rupiah

Mochammad Angga
Monday, 08 Jun 2020 16:17 WIB

LAPOR: Anggota arisan yang merasa tertipu oleh Fini Violita melapor ke Mapolres Probolinggo Kota atas dugaan penipuan berkedok arisan.
PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Jutaan rupiah yang telah dikumpulkan dua perempuan muda ini terancam raib, setelah tertipu arisan online yang diduga didalangi oleh FV. Selain dua perempuan yang melapor ini ada 38 anggota lain dari kelompok yang sama tertipu ulah FV.
Kedua korban yang melapor ke Mapolres Probolinggo Kota adalah Dewi Mike Oktavia warga Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo dan Pipit Nurcahyo, Warga jl Ikan Kerapu, Mayangan, kota setempat. Dewi bercerita, sistem arisan online itu mulai bermasalah dari kloter tiga dan empat. Saat itu, anggota arisan yang semestinya mendapat uang, dananya tidak dicairkan oleh FV sebagai bandar arisan. Tiba-tiba arisan itu distop dan anggota dikeluarkan dari grup.
"Kalau saya sendiri kloter 28, itu masih lama sebanarnya. Kami tiap minggu membayar Rp 200 ribu. Tapi kok dari nomor 3 dan 4 mulai kacau dan arisan itu distop tanpa adanya kesepakatan. Uang saya yang masuk Rp 2.2 juta berbeda pembayaran dengan orang lainnya. Total yang didapat ketika sudah sampai kloternya senilai Rp 10 juta," ujarnya saat datang dikantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Senin (08/6/2020) sekira pukul 11.00 WIB
Dewi mengaku sudah berusaha menempuh jalur kekeluargaan dengan mendatangi pelaku di rumah dan tempat kosnya. Nahasnya, pelaku selalu tidak ada. "Kami sudah sering menagih di kosannya di Jl Cokroaminoto Gg 4. Sampai dicari ke rumahnya Kecamatan Sumberasih selalu tidak ada. Kunci kosannya sudah dititipkan ke orang. Saya kenal itu melalui Facebook dengan dasar kepercayaan saat mengikuti arisan dan bila dapat, pengirimannya melalui transfer," ujarnya.


Sedikit berbeda dengan Dewi, Pipit mengatakan sebelum ikut arisan online ini dia sering bertemu dengan FV karena sering bertransaksi jual-beli kerupuk. Kemudian FV menawarkan arisan sehingga pipit ikut. “Lah mengapa waktu sudah seperempat perjalanan arisan tiba-tiba Arisan kacau alias ditipu," keluhnya
Kemudian Pipit mengatakan, dirinya juga sempat bertemu dan meminta uang yang telah dibayarkan oleh para anggota arisan. "Kalau saya kloter ke-12, pembayarannya setiap minggunya Rp 310 ribu. Saya tidak ada uang transfer jadi langsung ketemu dan pemberiannya langsung cash bila sudah waktunya dapat arisan. Sebenarnya sekarang kloter ke 12, tapi saya tidak dapat," ujarnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono, mengatakan kami telah menerima laporan dugaan penipuan dari ibu-ibu dengan modus arisan online. "Nantinya kami akan lakukan penyelidikan untuk kasus penipuan ini," ungkapnya saat ditemui di kantornya. (ang/hvn)



Share to
 (lp).jpg)



