Pria di Pasuruan Jadi Korban Dugaan Penipuan Saat Jual Dump Truck, Pembeli Mengaku Anggota TNI dan Kirim Bukti Transfer Palsu

Amal Taufik
Tuesday, 06 Jan 2026 15:04 WIB

TRUK: Foto kendaraan dump truck milik Nur Ismail yang dibawa kabur.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Niat Nur Ismail (30) warga Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, menjual kendaraannya berujung sial. Nur Ismail malah jadi korban dugaan penipuan.
Saat dihubungi tadatodays.com, Nur Ismail mengungkapkan, peristiwa bermula saat dirinya ingin menjual kendaraan dump truk miliknya pada akhir Desember kemarin. Ia mengunggah foto kendaraan di media sosial Facebook.
"Lalu ada yang respon, menghubungi saya. Ngaku anggota TNI berdinas di Surabaya. Kirim kartu anggota juga ke saya," kata Nur Ismail, Selasa (6/1/2025).
Nur Ismail dan pelaku kemudian berkomunikasi melalui ponsel. Usai berkomunikasi itu, pelaku menyuruh seseorang untuk melihat kondisi kendaraan dan menjajalnya. Setelah kendaraan dirasa tak ada masalah, Nur Ismail dan pelaku menyepakati harga dan meminta nomor rekening BNI.
Tak lama, pelaku kemudian mengirim bukti transfer. Namun saat Nur Ismail mengecek di ATM, yang terjadi justru ada pemberitahuan bahwa rekeningnya terblokir. Beberapa ATM ia coba datangi, tetapi hasilnya sama. Rekening terblokir.

"Karena pas mengirim bukti transfer itu sore hari sekitar jam 17.00 WIB, kantor bank kan sudah tutup, jadi saya tidak bisa menanyakan ke bank mengapa rekening diblokir, sementara saya tidak bisa cek apakah uang masuk atau belum," ujar Nur Ismail.
Di sisi lain, pelaku terus mendesak agar dump truk segera dikirim ke Surabaya dengan alasan uang pembelian sudah tuntas ditransfer. Menurut Nur Ismail, orang yang disuruh pelaku untuk mengecek kendaraannya mengaku saudara pelaku.
"Karena mengaku saudara pelaku dan rumahnya juga di Pasuruan, jadi saya serahkan. Ternyata setelah kejadian, dia mengaku bukan saudara, melainkan kenal di Facebook. Kendaraan memang dikirim ke Surabaya, tapi dia tidak tahu ke mana, karena di tengah jalan ganti sopir. Dia hanya diberi upah," imbuh Nur Ismail.
Nur Ismail sempat mendatangi kantor BNI untuk membuka blokir rekening dan ternyata tidak ada uang yang masuk. Sementara, dump truck yang hilang tersebut nilainya Rp 227.000.000. Kejadian ini akhirnya dia laporkan ke Polres Pasuruan.
Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno membenerkan adanya laporan dugaan penipuan tersebut. "Benar, kasus masih dalam penyelidikan," ujar Joko. (pik/why)

Share to
 (lp).jpg)



