Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2022-01-19 14:23:07

Gotong Royong Bangun Jembatan Alternatif di Gunggungan Kidul

PASCA BANJIR: Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko turun langsung ke lokasi bencana di Desa Gunggungan Kidul, Kecamatan Pakuniran bersama Forkopimda setempat. Tak hanya memantau kondisi pasca banjir, Timbul juga ikut kerja bakit bersama warga setempat membangun jembatan alternatif.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko, bersama Forkopimda setempat mengunjungi lokasi banjir di Desa Gunggungan Kidul, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Rabu (19/1/2022). Dalam kesempatan itu, Timbul Prihanjoko bergotong royong bersama warga setempat membangun jembatan alternatif.

Sebelumnya, di lokasi tersebut ada dua jembatan yang hanyut diterjang banjir, Senin (17/1) lalu. Selain jembatan, banjir di lereng pegunungan Argopuro itu juga menghanyutkan sebuah warung dan menewaskan warga setempat.

Baca Juga : BMKG Banyuwangi Prediksi Banjir Rob Berlangsung Dua Hari

Dalam gotong royong itu, bebatuan yang berada di bawah dan pinggir jembatan yang putus digali untuk dipinggirkan. Selanjutnya, Forkopimda dan warga bersama-sama membangun pondasi jembatan sementara.

Baca Juga : Banjir Rob Landa Tiga Kelurahan di Banyuwangi

Timbul Prihanjoko mengatakan, pihaknya meminta kepada tim ekspedisi untuk melihat dan menelusuri apa yang menyebabkan banjir terjadi. Oleh karena itu, ia akan fokus mengkaji penyebab banjir.

Menurutnya, jika telah diketahui penyebab utamanya, barulah akan dibangun jembatan permanen. “Sehingga kalau dibangun jembatan lagi, khawatir banjir lagi dan rusak lagi," ujar Timbul.

Ke depan, ia berharap agar masyarakat tidak terhantui dengan banjir lagi.

Di tempat yang sama, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, menyampaikan bahwa kegiatan Forkopimda ini tidak hanya kerja bakti membangun jembatan alternatif. Tapi juga menyalurkan bantuan berupa sembako dan santunan uang kepada keluarga korban.

Untuk mengantisipasi bencana alam yang terjadi di Kabupaten Probolinggo, pihaknya telah menggerakkan Babinkamtibmas untuk menyampaikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar berhati-hati dan waspada akan terjadinya bencana alam.

Selain itu, personel Satuan Samapta Polres Probolinggo telah disiagakan dengan membentuk peleton khusus siaga bencana yang beranggotakan 30 personel.  "Dalam rangka gerak cepat mengantisipasi terjadinya bencana alam," ujarnya.

Sementara itu, Slamet Riyadi, salah satu warga yang mengikuti kerja bakti mengatakan, pembangunan jembatan alternatif ini menjadi akses bagi pejalan kaki dan kendaraan sepeda motor di dua dusun. Jika tidak segera dibangun, maka sepeda motor yang akan menyeberang harus digotong. "Tidak hanya untuk warga, tapi kami upayakan juga bisa dilewati oleh kendaraan," ucapnya. (ang/don)