Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-07-26 07:18:53

Jatuh ke Sungai, Warga Krejengan Probolinggo Ditemukan Tewas

TEWAS: Mayat Rahman saat diperiksa di kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan sebelum dibawa pulang oleh keluarga. Rahman dinyatakan tewas usai terjatuh ke sungai dan tenggelam.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Warga Desa Krejengan, Kecamatan Krejengan dikejutkan dengan penemuan mayat laki-laki yang tenggelam di sungai, pada Sabtu malam (25/7/2020), sekira pukul 21.00 WIB. Diketahui, mayat tersebut bernama Abdur Rahman, 28, warga desa setempat.

Informasi yang berhasil dihimpun Tadatodays.com, tenggelamnya korban diperkirakan sejak sekira pukul 18.00 WIB. Saat itu warga menemukan sepeda motor honda beat warna merah yang roboh di pinggiran sungai tanpa ada pemiliknya. Ada juga sandal warna hitam yang hanya tinggal sebelah. Saat itu ada salah satu warga sekitar mengenali bahwa motor tersebut milik Abdur Rahman (korban).

Baca Juga : Pemuda di Probolinggo Tewas Tenggelam di Sungai, Polisi Selidiki Kemungkinan Tindak Kriminal

Warga curiga, bahwa korban sudah terjatuh ke sungai. Warga pun mencari korban di dalam sungai. Alhasil tepat pada pukul 21.00 WIB, saat pintu air dibuka, korban ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa di dalam sungai.

Baca Juga : Oleng dan Terobos Median Jalan, Anggota Kodim 0828 Sampang Tewas Kecelakaan

Kejadian tersebut di benarkan oleh Iptu Yuliana, selaku Kapolsek Krejengan. Ia mengatakan bahwa mayat korban ditemukan 100 meter dari pintu air. Setelah pintu aliran sungai dibuka dan mayat ikut hanyut.

"Setelah pintu air atau dam dibuka, akhirnya ditemukan mayat atas nama Rahman. Ikut terbawa aliran dam air sungai yang telah dibuka," ungkapnya.

Pihak kepolisan dan warga sekitar langsung mengevakuasi korban. Saat ditemukan jenazahnya, didapati luka di dahi sebelah kanan. Kemudian luka lecet di bahu sebelah kanan, dan luka lecet di pergelangan kaki sebelah kanan. Kemudian jenazahnya langsung dibawa ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan, guna dilakukan pemeriksaan.

Namun saat hendak dilakukan otopsi pihak keluarga korban menolak. "Pihak keluarga, yang diwakili Masruro, kakak kandung korban, menyadari bahwa meninggalnya korban karena musibah. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi," Jelas Kapolsek Krejengan.

Karena penolakan tersebut, pihak keluarga korban langsung membuat surat pernyataan. (zr/hvn)