Kali Keempat, Kotak Amal Masjid di Jember Dicuri, Terekam CCTV

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Thursday, 28 Dec 2023 16:24 WIB

Kali Keempat, Kotak Amal Masjid di Jember Dicuri, Terekam CCTV

TKP: Lokasi pencurian kotak amal di Masjid Zainal Arifin, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Jember.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Kasus pencurian kotak amal di Masjid Zainal Arifin, di Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Jember, kembali terulang. Pencurian kotak amal di masjid tersebut terjadi untuk kali keempat pada Selasa (26/12/2023) malam. Aksi pencurian itu pun terekam CCTV.

Menurut penuturan salah satu takmir masjid, Dwi Herlambang, dua kasus sebelumnya terjadi saat masjid belum terpasang CCTV. Saat itu ukuran kotak amal masih relatif lebih kecil. Ukuran kotak amal berkembang seiring dipakainya masjid sebagai tempat salat Jumat. Masjid juga dipasangi CCTV sejak enam bulan lalu.

"Sejak digunakan untuk Jumatan, kotak amalnya diupgrade dan nominal yang masuk kian besar," terangnya.

Sebelum ada CCTV, lanjut Dwi, tersangka berpura-pura sebagai jamaah yang melakukan dzikir lama.  Setelah memastikan keadaan aman, mereka menggasak kotak amal.

Sementara kali ini, pelakunya dua remaja. Keduanya terekam menjalankan peran masing-masing. Satu orang menunggu di luar masjid dan memastikan situasi aman. Sedangkan satu orang lainnya bertugas sebagai eksekutor yang membawa kotak amal keluar.

"Mereka seperti sudah melakukan perencanaan sebelumnya. Tersangka masuk ke masjid lewat pintu belakang. Kemudian agar lebih mudah, mereka mengecek langsung kotak amal, kemudian membuka gerendel pintu untuk memudahkan proses pengambilan kotak amal," imbuhnya.

Kotak amal tersebut kemudian ditemukan di belakang masjid dalam kondisi terbuka. Isi kotak amal tersebut berkisar Rp 100an ribu, lantaran telah diambil pada hari Jumat sebelumnya.

"Pelakunya membuka kotak ditempat lain. Isinya memang cuma seratusan ribu. Tetapi kalau berulang-ulang, jadinya tidak aman. Karena CCTV di sini fungsinya cuma mengamati, bukan untuk keamanan," pungkas Dwi. (dsm/why)


Share to