Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2022-02-21 20:13:07

Komunikasi Kocok Ulang Formasi AKD Mulai Bergulir

JABATAN: Anggota DPRD Kota Probolinggo hasil Pileg 2019, sudah menjalani separo masa jabatan. Beberapa fraksi DPRD mulai menjalin komunikasi, untuk mengatur ulang posisi alat kelengkapan dewan (AKD).

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Perjalanan anggota DPRD Kota Probolinggo hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, sudah menjalani separo masa jabatan. Biasanya, di separo perjalanan, posisi alat kelengkapan dewan (AKD) akan ditata ulang. Komunikasi untuk mengocok ulang AKD rupanya mulai bergulir.

Diketahui, di DPRD Kota Probolinggo ada 7 fraksi. Yakni, Fraksi PKB, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar, Fraksi PPP, Fraksi NasDem, Fraksi Gerindra, dan Fraksi Demokrat-PKS. Tiga fraksi pertama memiliki jatah Pimpinan DPRD.

Baca Juga : RDP Komisi III Bahas Keluhan Perizinan Usaha Perumahan

Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Agus Riyanto mengatakan bahwa sebelumnya anggota dewan dari PDI Perjuangan menempati posisi di Badan anggaran (Banggar), Badan Musyawarah (Banmus) dan Bapemperda masing-masing ada dua orang. Tetapi sesuai dengan rumusan kursi, anggota dewan dari PDI Perjuangan di Banggar ada 3 orang. "Banmus 2 dan Badan Legislatif 2 orang. Kalau di komisi dibagi rata," ujarnya.

Baca Juga : Fraksi PKB-Golkar Ancam Gugat Hasil Perubahan AKD ke PTUN

Namun untuk jatah di komisi-komisi saat perombakan AKD nantinya, Agus belum mengetahui secara pasti. "Untuk komisi dari PDI Perjuangan tetap, saya ketua di Komisi III," kata Agus.

Sementara itu, anggota Fraksi PPP Robit Rijanto mengatakan, ia melihat bahwa saat ini ada koalisi gemuk, yakni PKB, PDI Perjuangan, Golkar, PKS dan Demokrat. Kendati demikian, ia memprediksi untuk PPP, Gerindra, dan NasDem akan masuk koalisi kecil.

Dikatakannya, kocok ulang AKD ini tidak menjadikan masalah bagi dirinya. Terpenting baginya, kondisi saat ini memotivasi PPP ke depannya untuk meraih 7 sampai 8 kursi parlemen di Pileg 2024. "PPP tidak berharap banyak, wong kami tidak diajak bicara. Bagi saya tidak masalah,” katanya.

Pria yang kini menjadi anggota Komisi III ini menuturkan, bahwa jumlah jatah AKD untuk PPP bisa berkurang. Jika sebelumnya PPP mendapat jatah masing-masing 2 anggota di Banmus dan Banggar, selanjutnya diperkirakan akan berkurang menjadi masing-masing 1 anggota. “Bapemperda 1,BK sudah tidak ada," kata Robit.

Sementara itu, Ketua DPD Partai NasDem setempat, Zulfikar Imawan menilai wacana kocok ulang AKD tidak menjadi prioritas utama partainya.

Menurutnya, yang utama adalah membangun komunikasi harmonis antara lembaga legislatif dan eksekutif. "NasDem memberikan kesempatan kepada teman-teman partai lain yang periode paruh kemarin belum mendapatkan posisi pimpinan di AKD," kata pria yang karib disapa Iwan ini.

Iwan mengatakan, fokus NasDem saat ini adalah memaksimalkan komunikasi program pemerintah yang pro rakyat bisa terlaksana dengan baik. "Kami mendorong program-program kerakyatan, itulah prioritas kami," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra, dr. Aminuddin mengatakan bahwa Gerindra masih proses komunikasi dalam pengisian AKD. "Masih proses, mas," katanya.

Terpisah, Ketua Fraksi Demokrat-PKS, Heru Estiadi mengatakan bahwa kocak ulang AKD masih belum dilakukan. Pihaknya juga masih berkomunikasi dengan fraksi lainnya. "Masih ngobrol," kata Heru.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKB Abdul Mujib dan Ketua Fraksi Golkar, Fernanda Zulkarnain belum merespons saat ditanya terkait wacana kocok ulang AKD. Hingga pukul 18.30 WIB, pesan singkat tadatodays.com belum dibalas oleh keduanya.

Diketahui, untuk saat ini formasi AKD belum ada perubahan. Untuk ketua Komisi I dijabat Abdul Jalal dari PKB, ketua Komisi III dijabat Sibro Malisi dari NasDem, dan ketua Komisi III dijabat Agus Riyanto dari PDI Perjuangan.

Dari tiga posisi itu, jabatan ketua Komisi III besar kemungkinan akan tetap dijabat Agus Riyanto, meski rencana kocok ulang AKD terwujud. Begitu juga dengan posisi ketua Komisi I, yang kemungkinan akan tetap untuk jatah PKB. Hanya posisi ketua Komisi II yang belum ada titik terang. Kabarnya, NasDem tidak akan kembali mendapat jatah posisi tersebut saat tata ulang AKD, seperti yang saat ini dijabat Sibro Malisi.

Begitu juga dengan posisi ketua Bapemperda yang kini dijabat dr. Aminudin. Belum jelas, apakah Gerindra kembali mendapat jatah posisi tersebut. (ang/don)