Kunjungan Wisata Jember Naik Jadi 1,8 Juta, DPRD Minta Infrastruktur dan Layanan Tak Tertinggal

Dwi Sugesti Megamuslimah
Monday, 08 Jun 2026 17:28 WIB

Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto
JEMBER, TADATODAYS.COM - Sektor pariwisata menjadi salah satu tumpuan Pemerintah Kabupaten Jember dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Data tahun 2025 menunjukkan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Jember mencapai 1,8 juta orang, naik dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sekitar 1,36 juta kunjungan.
Peningkatan jumlah wisatawan tersebut turut berdampak pada penerimaan daerah. Pada 2025, PAD dari sektor pariwisata tercatat mencapai Rp50,87 miliar atau meningkat 2,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto menilai capaian tersebut menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan sektor wisata pada tahun ini.
Namun, menurutnya, tren kenaikan kunjungan tidak akan bertahan tanpa inovasi dan pembenahan di lapangan. "Jangan sampai tren positif ini justru mengalami penurunan. Perlu ada inovasi yang terus dilakukan agar wisatawan tetap tertarik datang ke Jember," ujarnya, Senin (8/6/2026) sore.
Menurut Candra, sejumlah destinasi yang dikelola pemerintah daerah, seperti Rembangan dan Pantai Watu Ulo, masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendongkrak pendapatan daerah.

Komisi B DPRD Jember juga menyoroti kebijakan tiket terusan untuk kawasan wisata Pantai Watu Ulo dan Pantai Papuma. Kebijakan tersebut dinilai perlu dievaluasi untuk mengetahui dampaknya terhadap peningkatan kunjungan maupun kontribusi terhadap PAD.
"Kami ingin melihat efektivitas kebijakan tiket terusan itu. Apakah benar mampu meningkatkan pendapatan dan jumlah pengunjung atau justru sebaliknya," katanya.
Selain aspek pengelolaan, DPRD menilai perbaikan sarana dan prasarana wisata masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Ketersediaan fasilitas pendukung dinilai berpengaruh terhadap kenyamanan wisatawan dan daya saing destinasi.
Candra juga mengingatkan agar kebijakan penganggaran di sektor pariwisata dilakukan secara terukur. Menurutnya, pergeseran anggaran tanpa kajian yang matang berpotensi menghambat upaya peningkatan PAD pada tahun-tahun berikutnya.
"Kami berharap pemerintah tidak hanya berorientasi pada pendapatan, tetapi juga memperhatikan kualitas layanan, infrastruktur, dan tata kelola destinasi wisata. Kalau itu berjalan baik, pertumbuhan sektor pariwisata akan lebih maksimal," katanya. (dsm/why)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)



