Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2020-10-30 22:48:24

Letusan Freatik, TNBTS Imbau Wisatawan Tak Memasuki Area dengan Radius 1 KM dari Kawah Bromo

PENUH: Kawasan Bukit Teletubbies di TNBTS dipenuhi jeep yang mengangkut wisatawan Gunung Bromo. Saat ini PVMBG meminta wisatawan tidak mendekati area sejauh 1 kilometer dari kawah Gunung Bromo.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Wisatawan  yang berkunjung dan menikmati keindahan alam di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) diharapkan berhati-hati. Pasalnya saat ini Gunung Bromo kerap mengeluarkan letusan freatik yang bersifat tiba-tiba.

Dilansir dari Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Gunung (PVBG), letusan freatik adalah erupsi yang disebabkan adanya kontak air dengan magma. Hasil dari erupsi ini sebagian besar terdiri dari gas atau uap air.

Baca Juga : Libur Panjang, Kuota Pengunjung Bromo Hingga 1 November 2020 Habis

Begitu air kontak langsung dengan panas atau proses pemanasan yang disebut konduksi, air itu akan berubah dari air menjadi uap. Karena itu, tekanannya lebih tinggi dan mendesak keluar. Pada saat keluar itulah disebut terjadi letusan freatik.

Baca Juga : Ranupani di proyeksikan Jadi Embrio Pengelolaan Wisata dan Lingkungan

Dalam laporan yang dibuat oleh Hadi Purwoko, yakni hasil rilis Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Meterologi Klimatilogi dan Geofisika (BMKG), PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, meanti-wanti pedagang, wisatawan, pendaki dan pengelola wisata.

Tertulis periode pengamatan 24 jam per tanggal Kamis, (19/10/2020) pukul 00.00-24.00 WIB, Gunung yang memiliki ketinggian 2329 mdpl itu terlihat jelas tertutup kabut 0-III. Artinya tingkat aktivitas gunung Bromo berada di level 2 atau waspada.

Bahkan dalam pengamatan kegempaan, satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0.5-1 mili meter, dominan 1 mm

Kepala Seksi Wilayah 1 TNBTS, Sarmin membenarkan bila kejadian itu perlu diwaspadai oleh wisatawan. Bamun tidak oerlu berlebihan. Karrena menurutnya, sejak ia ditugaskan sebagai Kepala Seksi 1 tahun 2012 lalu, tidak pernah terjadi letusan fatal di Gunung Bromo.

"Itu ciri-ciri letusan khusus Gunung Bromo,tidak ada tanda-tanda dari dulu sampai sekarang. Tapi itu tetap berbahaya dan bisa membawa material batu pasir dan lainnya yang ada di perut bumi," katanya saat dihubungi tadatodays.com.

Sehingga ia berharap wisatawan untuk tidak memasuki radius 0,5-1 kilometer area Gunung Bromo.

Diketahui saat ini kawasan TNBTS boleh dikunjungi oleh 1.265 wisatawan setiap harinya. Kapasitas tersebut sebanyak 40 persen dari jumlah daya tampung maksimal yang dimiliki TNBTS. Para wisatawan yang berkunjung, melakukan booking online terlebih dahulu sebelum datang. Di sisi lain, tiket online sudah full ter-booking sejak Rabu (28/10/2020) hingga Minggu (1/10/2020). (ang/hvn)