Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2020-09-16 20:26:13

Mahasiswa dan Petani Tembakau Turun Jalan, Tuntut Harga Naik

AKSI: Sejumlah petani tembakau bersama sejumlah mahasiswa menyampaikan aspirasinya.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Anjloknya harga tembakau, membuat petani di Kabupaten Probolinggo kelimpungan. Kondisi itu makin parah akibat tidak semua gudang tembakau melakukan pembelian. Bahkan beberapa di antaranya memilih tutup. Karena itu, Rabu (16/9/2020) puluhan mahasiswa dan petani tembakau di Kabupaten Probolinggo menuntut kejelasan harga tembakau dengan menggelar aksi damai. Mereka menggelar orasi di depan pabrik tembakau yang ada di Kecamatan Paiton dan Kecamatan Kraksaan. Tak hanya itu, mereka juga menggelar orasi di depan kantor Bupati Probolinggo dan kantor DPRD kabupaten setempat.

Salah satu petani tembakau, Muhammad Tamimuddin, warga Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, mengatakan bahwa pihaknya bersama dengan para mahasiswa membawa empat poin tuntutan kepada gudang. Pertama gudang buka sampai tembakau petani di Kabupaten Probolinggo terjual habis. Kedua gudang membeli tembakau petani paling rendah seharga Rp 35 ribu sampai dengan Rp 45 ribu.

Baca Juga : Kemendagri Beri Nilai Tinggi untuk Penyelanggaraan Pemerintahan di Kabupaten Probolinggo

"Saat ini harga tembakau di tingkat petani sangat anjlok. Berada pada kisaran Rp 17.000 sampai dengan Rp 24.000. Dengan harga itu petani mengalami kerugian yang sangat besar,” sambung Tamim.

Baca Juga : Pemkab Probolinggo Bakal Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Terpisah, Supervisor PT. Gudang Garam Paiton, Boy Jonathan mengatakan, pihaknya masih berkomitmen untuk terus membeli tambakau dari dalam Kabupaten Probolinggo. Ia tidak akan menerima jika ada tembakau dari luar Kabupaten Probolinggo masuk ke PT. Gudang Garam Paiton. “Untuk harga saat ini, kami membeli tembakau dari kisaran harga Rp 27 ribu sampai dengan Rp 35 ribu per kilogram. Harga itu bisa saja kedepan mengalami kenaikan,” tegas Boy Jonathan.

Penyampaian aspirasi oleh petani ini, diamankan oleh ratusan petugas. Dengan rincian 249 personel pengamanan Polres Probolinggo. 30 personel Kodim 0820 Probolinggo, dan 30 personel satpol PP. Para personel disebar di empat titik lokasi kegiatan penyampaian aspirasi. Yaitu Gudang Tembakau PT Gudang Garam, Gudang Tembakau PT Djarum, gudang tembakau PT Sadana Arif Nusa, Kantor Bupati Probolinggo, dan Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo. (hla/hvn)