Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-02-27 22:26:02

Material Banjir Diduga Jadi Penyebab Tergenangnya Rumah Warga

PENUH SAMPAH: Warga mengevakuasi material banjir yang memenuhi jalan dan pemukiman di Kedopok. Selain intensitas air hujan, keberadaan material ini membuat aliran air tidak bebas dan malah menggenangi rumah warga.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Banjir yang terjadi di Kelurahan Kareng Lor dan Kedopok/Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo, Jumat (26/2/2021) memang sudah surut. Namun, kejadian serupa rawan terulang. Terutama ketika banjir juga membawa sampah, bambu, dan pohon.

Hal itu disampaikan sejumlah warga setempat yang saat kejadian turut membantu membersihkan sampah. “Ini karena banyak pohon yang nyumbat di saluran air,” kata Sopoyono, warga Kareng Lor saat ditemui tadatodays.com.

Baca Juga : Menumpuk, Pakaian Layak Pakai di Posko Banjir Dringu Banyak Tak Didistribusikan

Hal senada dsampaikan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) Kota Probolinggo, Andre Nirwana. Tersumbatnya air menurutnya akibat penumpukan sampah di jembatan sepanjang Jl. Prof. Hamka.

Baca Juga : Duh! Pria Ini Sebut Bencana Dringu Karena Banyak Zina

“Termasuk sampah yang memenuhi gorong-gorong di sungai dekat proyek revitalisasi rumah sakit baru,” katanya. Terlebih, tanggul sungai Legundi di kawasan Bantaran, Kabupaten Probolinggo jebol.

Terpisah, Ketua Komisi 3 DPTRD Kota Probolinggo Agus Riyanto mengatakan, sejumlah penyebab banjir di antaranya rendahnya kesadaran masyarakat yang tetap membuang sampah ke sungai.

Banjir kemarin menurut politisi PDIP itu tidak hanya terjadi di Kota Probolinggo. Termasuk beberapa daerah lainnya. Terkait gorong-gorong di akses jalan menuju lokasi pembangunan rumah sakit baru yang rusak, Agus menyebut yang bertanggungjawab kontraktor pelaksana.

“Kecuali karena bencana, ada anggaran khusus. Namanya saja force majeur, jadi tidak bisa menyalahkan siapapun,” katanya. (ang/sp)