Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-03 11:33:05

Menaker Apresiasi Program UMKM Naik Kelas yang Digagas Pemkab Banyuwangi

SINERGI: Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah (tengah) saat berdiskusi terkait program UMKM Naik Kelas yang digagas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani (kiri), Jumat, (2/4) kemarin.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah,  mengapresiasi program UMKM Naik Kelas yang dicanangkan Pemkab Banyuwangi. Ida meminta agar Banyuwangi bisa memaksimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kementerian Ketenagakerjaan yang ada di Banyuwangi untuk disinergikan dengan program UMKM Naik Kelas.

Ida menyampaikan, kondisi pandemi seperti saat ini UMKM menjadi salah satu cara untuk memulihkan ekonomi. "Silahkan pakai BLK ini untuk kegiatan-kegiatan peningkatan UMKM," kata Ida usai mendapat penjelasan program UMKM Naik Kelas dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dalam kunjungannya ke BLK Muncar, Jumat (2/4/2021). Kegiatan itu juga dihadiri anggota DPR RI Anas Tahir dan Nihayatul Wafiroh.

Baca Juga : Berkualitas Ekspor, KKP Tertarik Mendirikan Lobster Center di Banyuwangi

Ida mengatakan, pandemi covid-19 memberikan dampak yang besar pada dunia kerja. Karena itu Ida meminta agar seluruh stakeholder bisa saling bersinergi, termasuk menggandeng dunia usaha dan industri dalam membuat program-program yang bisa menyerap tenaga kerja. "BLK bisa menjadi pintu masuk bagi para pelaku UMKM," katanya.

Baca Juga : Berkualitas Ekspor, KKP Tertarik Dirikan Lobster Center di Banyuwangi

Mantan anggota DPR RI tersebut mengatakan, BLK harus mengikuti perkembangan zaman. Pelatihan-pelatihan yang digelar harus disesuikan dengan kebutuhan dunia usaha. Demikian juga dengan fasilitas sarana dan prasarana yang sudah tidak digunakan untuk diganti dengan yang baru menyesuaikan kebutuhan. "Yang penting lagi adalah sertifikasi kompetensi tenaga kerja," ujar Ida.

Sementara itu, Bupati Ipuk mengatakan, pelatihan-pelatihan BLK bisa bersinergi dengan program UMKM Naik Kelas. Selama ini, menurut Ipuk, kendala dari BLK adalah peserta usai mendapat pelatihan dan sertifikasi tidak terserap di dunia kerja.

Karenanya, Pemkab Banyuwangi bakal mengeluarkan kebijakan yakni setiap investor yang masuk ke Banyuwangi, 50 persen dari tenaga kerjanya harus warga setempat. "SDM juga harus kompeten," kata Ipuk.

Ipuk menuturkan, sebagai bagian dari program UMKM Kelas, terdapat program inkubasi pengusaha baru. Pemkab Banyuwangi kini menyiapkan program inkubasi penciptaan pengusaha muda baru sebagai bagian dari skema pemulihan ekonomi.

Nantinya, secara bertahap disiapkan program inkubasi pengembangan bisnis, dipandu oleh mentor-mentor berpengalaman guna disiapkan menjadi pengusaha baru. Peserta pelatihan dari BLK bisa masuk dalam program ini.  "Akan dididik menyiapkan perencanaan, manajemen, hingga eksekusi bisnisnya," ujar Ipuk. (*)