Pemkab Pasuruan Siapkan Dua Skema Hadapi Potensi Kekeringan

Amal Taufik
Tuesday, 07 Apr 2026 16:17 WIB

BPBD Kabupaten Pasuruan saat mengirim bantuan air bersih.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Pemkab Pasuruan menyiapkan dua skema utama untuk menghadapi ancaman kekeringan yang diprediksi terjadi pada musim kemarau tahun ini. Langkah tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di wilayah rawan.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menegaskan bahwa penanganan jangka pendek akan dilakukan melalui distribusi air bersih secara rutin. Armada tangki disiapkan untuk menyuplai kebutuhan warga di desa-desa terdampak.
“Dalam waktu dekat, kami pastikan dropping air bersih berjalan setiap hari. Itu langkah cepat agar masyarakat tidak sampai kesulitan air,” ujarnya, Selasa (07/04/2026).
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan strategi jangka panjang. Salah satunya dengan pembangunan tandon air berkapasitas besar serta pencarian sumber air baru yang bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Ke depan tidak hanya bergantung pada dropping. Kami siapkan tandon permanen dan mencari sumber air baku yang bisa dialirkan ke permukiman warga,” imbuhnya.
Upaya tersebut diperkuat dengan kesiapan personel dan peralatan di lapangan. Rusdi meminta seluruh jajaran, mulai dari camat hingga kepala desa, untuk aktif memantau kondisi wilayah masing-masing. “Jangan sampai ada warga yang kesulitan air. Semua harus bergerak cepat, pemerintah harus hadir,” tegasnya.


Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan telah menyiapkan armada tangki air untuk mendukung distribusi. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini sebelum puncak kemarau tiba.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyebut kebutuhan air bersih akan meningkat seiring menyusutnya sumber air saat kemarau. Karena itu, distribusi air menjadi prioritas utama dalam waktu dekat. “Armada sudah kami siapkan. Tinggal menyesuaikan kebutuhan di lapangan nanti,” katanya.
Dari hasil pemetaan yang dilakukan, terdapat 13 desa yang masuk kategori rawan kekeringan. Wilayah tersebut tersebar di Kecamatan Lumbang, Pasrepan, dan Winongan.
Rinciannya, lima desa berada di Kecamatan Lumbang yakni Pancur, Banjarimbo, Karangjati, Watulumbung, dan Bulukandang. Kemudian enam desa di Kecamatan Pasrepan meliputi Klakah, Ngantungan, Pasrepan, Galih, Sibon, dan Petung.
Sementara satu desa lainnya berada di Kecamatan Winongan, yakni Kedungrejo. BPBD mencatat, potensi kekeringan ini berdampak pada lebih dari 17 ribu jiwa atau sekitar 6 ribu kepala keluarga. (pik/why)



Share to
 (lp).jpg)



