Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-01-28 22:44:47

Permukiman Tergenang, Jalur Pantura Dilalui Banjir

CUACA EKSTREM: Banjir menerjang sejumlah jalan dan permukiman warga di Kota Probolinggo (foto kanan). Sementara, pengendara di Jalur Pantura Dringu harus ekstra hati-hati saat melewati badan jalan yang dilalui derasnya air. (foto kiri)

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM -  Hujan lebat melanda wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo, Kamis (28/1/2021) sore hingga malam. Akibatnya, sejumlah permukiman tergenang. Demikian pula Jalan Raya Pantura dilalui derasnya luapan aliran air.

Hujan di wilayah Probolinggo itu mulai terjadi sejak pukul 16.00 sampai 20.00 WIB. Bahkan pada pukul 21.00, beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo sesekali diguyur hujan.

Baca Juga : Pemprov Siapkan Anggaran Rp 150 Juta untuk Perbaikan Tanggul Jebol di Dringu

Untuk di Kota Probolinggo, terdapat sejumlah ruas jalan yang digenangi air akibat luapan drainase di pinggir jalan. Di antaranya Jl Panglima Sudirman tepatnya di depan Pasar Gotong Royong, Jl Cokroaminoto dan Jl Abdul Aziz di Kelurahan Kanigaran, Jl Sunan Ampel di Kelurahan Jrebeng Lor, serta ruas Jl Mastrip.

Baca Juga : Buruknya Pengelolaan Sampah Jadi Salah Satu Penyebab Banjir Dringu

Rais, seorang karyawan Toko Sembako di Jl Kiyai Mugi, Kecamatan Mayangan, mengatakan bahwa banjir di Kota Probolinggo sering terjadi saat hujan mengguyur dengan intensitas tinggi.

Menurutnya, banjir di wilayah kota ini terjadi karena drainase yang tak mampu menampung tingginya debit air hujan. "Karena tidak berfungsi akhirnya menyumbat," ujarnya.

Sementara itu, seorang warga di Jl Cokroaminoto yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa aliran sungai di sisi timur Jl Cokroaminoto tak bisa menampung air yang terus meninggi hingga mengalir ke jalanan. Sedangkan air sungai di sisi barat jalan sudah tertutupi bangunan. "Ya, setiap kali hujan pasti banjir," ungkapnya.

Sementara itu, Dayat, 20, warga Jl KH Abdul Aziz mengatakan, rumahnya yang berada di sisi utara jalan tergenangi air hingga masuk ke rumahnya. Belasan rumah tetangga Dayat pun juga kebanjiran. "Ya sungainya tidak bisa menampung mas," katanya.

Masih di lokasi yang sama, pemilik sebuah konter harus mengeluarkan air dari dalam konternya menggunakan mesin penyedot air.

Sementara di Jl Sunan Ampel Kelurahan Jrebeng Lor, terlihat seorang warga setempat bernama Arif Indrianto bersama temannya, mengevakuasi ibunya yang sakit stroke ke tempat yang lebih aman. Pasalnya, rumah Arif saat itu juga kebanjiran.

Menurut Arif, banjir di lingkungannya terjadi karena aliran air di gorong-gorong dari timur menuju barat tersumbat. "Tdak bisa teraliri, kemungkinan ada bangunan," ujarnya.

Jika banjir di Kota Probolinggo lebih banyak menerjang permukiman warga, berbeda dengan banjir yang terjadi di Kabupaten Probolinggo yang justru menerjang Jalan Raya Pantura.

Seperti di Jalur Pantura masuk Desa Kalisalam, Kecamatan Dringu. Air dari selatan jalan mengalir deras ke utara jalan. Bahkan, genangan air di kedua bahu jalan juga cukup tinggi. Kondisi itupun berdampak kemacetan panjang di jalan nasional itu.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermaudi mengatakan, dari pantauan petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Probolinggo, terdapat banjir genangan yang mengakibatkan tersendatnya arus lalin di sepanjang Jalan Raya Pantura Dringu.

Tak hanya menerjang jalan raya, banjir itu juga menggenangi sedikitnya 60 rumah warga yang berada di sekitar jalan raya.

Anggit menduga, banjir itu disebabkan karena saluran air yang kurang memadai atau tersumbat sampah. "Sehingga air meluap ketika hujan deras dalam waktu yang cukup lama," jelasnya.

Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk mengantisipasi banjir kali ini dengan mengamankan barang-barang di rumahnya. "Sebab berpotensi masuk ke dalam rumah," katanya.

Terakhir, Anggit mengimbau agar masyarakat tetap mewaspadai kejadian serupa. "Karena saat ini merupakan puncaknya musim hujan," terangnya. (ang/don)