Rencana Revitalisasi Kampung Seni Kota Probolinggo Dianggarkan Rp 600 Juta, Banggar Soal Promosi Kebudayaan di TMII

Alvi Warda
Wednesday, 26 Nov 2025 19:41 WIB

SENI: Kampung Seni yang berada di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Jati, Kota Probolinggo.
PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pemkot Probolinggo sudah mengubah fungsi Gedung Kesenian di Jalan Suroyo menjadi tenis indoor. Pentas utama di gedung tersebut sudah dibongkar. Sebagai pengganti gedung kesenian, pemkot merencanakan merevitalisasi Kampung Seni di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Jati. Revitalisasi itu direncanakan dianggarkan Rp 600.000.000.
Dalam pembahasan Rancangan APBD Kota Probolinggo 2026 oleh Badan Anggaran (Banggar), Rabu (26/11/2025), Wakil Ketua I DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib sempat mempertanyakan. Ia awalnya menyoroti rencana anggaran kegiatan kesenian yang dinilai besar.
"Ini ada anggaran kegiatan kesenian sebesar Rp 336 juta yang bertempat di TMII Jakarta untuk pembinaan sumber daya manusia dalam berkesenian. Ini kegiatan apa ya? terus satu kali berangkat atau bagaimana. Dan siapa ini yang berangkat?" tanyanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo Siti Romlah menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan promosi kesenian dan kebudayan daerah masing-masing. "Nanti berangkat selama tiga hari pak. Kami anggarkan demikian sesuai SE perjalanan dinas, hanya segitu," ucapnya.
Mujib kembali bertanya, siapa saja yang berangkat, lalu apa manfaat yang didapatkan Kota Probolinggo. "Iya ini siapa yang berangkat, kepala dinas ta? Atau siapa? Kelompok seni? Atau siapa? Itu apa manfaatnya?" ujarnya.
Siti Romlah menyebut, Kota Probolinggo sudah lama tidak tampil di event nasional. Mengikuti kegiatan tersebut menjadi kesempatan tersendiri. "Itu nanti rombongan satu bus pak. Ada anjungan dari Pemprov Jatim, daerah yang mau tampil dipersilakan. Kita fokus ke promosi kebudayaan Kota Probolinggo sebagai prioritas," katanya.

Mujib menanggapi, kenapa dirinya tidak diberi tahu siapa yang berangkat. "Saya gak dikasih tahu siapa yang berangkat ya sudah. Yang perlu menjadi pertimbangan dengan anggaran yang lumayan besar tersebut dari sisi efisiensi anggaran, manfaat dan kegunaannya apa, kewajaran dan kepatutannya harus diperhitungkan. Khawatir kegiatan tersebut sifatnya gebyar saja, alhasil tidak berdampak langsung pada masyarakat," ucapnya.
Kemudian Mujib bertanya soal rencana revitalisasi Kampung Seni di Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo. "Berkaitan dengan kegiatan kesenian dengan anggaran yang besar tadi itu, ini rencana revitalisasi kok hanya Rp 200 juta yang awalnya Rp 800 juta," katanya.
Siti Romlah menjelaskan bukan Rp 200 juta, melainkan Rp 600 juta. Namun, pengerjaan revitalisasi ini akan dilakukan bertahap. "Ada dua tahap pak. Jadi, dibagi dua tahap pengerjaan. Jadi kalau ditotal Rp 600 juta, seperti di data," katanya.
Abdul Mujib kemudian meminta detail seperti apa rencana revitalisasi tersebut. Sehingga penggunaan anggaran sesuai dengan perutukannya. "Mohon nanti saya dikirimi saja ya seperti apa peruntukannya," ujarnya.
Sementara, soal peralihan Barang Milik Daerah (BMD) Gedung Kesenian dan Kampung Seni, belum dijawab pasti oleh Disdikbud dan Bagian BMD pada BPPKAD Kota Probolinggo. Kabid Budaya Disdikbud Kota Probolinggo Sardi saat dikonfirmasi masih akan bertanya terkait status BMD. "Coba besuk saya tanyakan ke bagian TU atau pencatatan BMD," katanya melalui pesan singkat.
Sedangkan Kepala Bagian BMD Jamal mengatakan juga akan bertanya ke Disdikbud Kota Probolinggo. "Saya koordinasikan dulu dengan OPD terkait. Atau langsung tanya ke Dispopar/Disdikbud. Seharusnya sudah dilakukan peralihan," tuturnya. (alv/why)





Share to
 (lp).jpg)



