Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-07-07 18:56:01

Ruas Jalan di Kota Probolinggo Disekat, Ini Lokasinya

PUTAR BALIK: Kendaraan dinas Pengadilan Negeri Probolinggo yang akan melewati jalur yang disekat, harus putar balik. Penyekatan ini dilakukan karena tingginya mobilitas kendaraan luar kota yang masuk ke Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Satgas Covid-19 Kota Probolinggo memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, dengan melakukan penyekatan di tengah kota.

Lokasi penyekatan sementara ini diterapkan di ruas jalan antara Jl. Soekarno Hatta dan Jl. Panglima Sudirman, Rabu (7/7/2021) sekira pukul 16.00 WIB.

Baca Juga : Petugas Putar Balik Rombongan Mobil Mewah di Exit Tol Pandaan

Wakapolres Probolinggo Kota, Kompol Khoiril mengatakan penyekatan ini dilakukan lantaran mobilitas masyarakat di Kota Probolinggo dan kendaraan bermotor dari luar kota masih tinggi. Padahal, sosialisasi PPKM Darurat telah diumumkan oleh pemerintah pusat hingga daerah pada 3-20 Juli 2021.

Baca Juga : Kasus Covid-19 di Jember Tinggi, Pemkab Keluarkan SE Ibadah Idul Adha di Rumah

Dari hasil evaluasi itu, Pihaknya mengambil langkah untuk menutup dan mengalihkan sebagian jalan di tengah perkotaan. Selain di Jalan Panglima Sudirman, penyekatan juga diberlakukan di perempatan traffic light Kelurahan Pilang, perempatan Brak, dan pertigaan Kodim 0820. "Penyekatan ini (berlaku) 24 jam untuk mengurangi mobilitas masyarakat," ujarnya saat ditemui di perempatan Kodim 0820.

Jika masih ada pengendara yang tetap ingin melewati jalan tersebut, Khairil menyarankan untuk melewati jalan alternatif yang ditetapkan.

Jalan alternatif itu, untuk kendaraan dari arah Surabaya yang melewati perempatan Pilang bisa melewati Jl. Brantas atau Jalan Lingkar Utara Mayangan. "Kalau tetap menerobos, ada penyekatan lagi di Brak," katanya.

Khairil menuturkan, bahwa Satgas Covid-19 juga menyiapkan pos pengawasan di 4 titik serta petugas jaga. Empat titik tersebut yakni di Gladak Serang, Jl. Dr. Soetomo, Pelabuhan Probolinggo dan Alun-alun. "Kurang lebih di setiap titik ada 12 petugad yang mengawasi," ujarnya.

Dikatakannya, jika masih ada kerumunan di daerah selatan atau di Bundaran Gladak Serang, pihaknya juga akan melakukan penyekatan di kawasan tersebut.

Dari pantauan tadatodays.com, pengendara bermotor banyak yang tidak mengetahui adanya penyekatan di Kota Probolinggo.

Seperti seorang pengendara motor yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku tidak tahu jika ada penyekatan. "Tidak tahu saya," katanya. (ang/don)